Jadilah Seperti Lebah, Jangan Jadi Seperti Lalat

ardios | 1:42:00 AM | | | Be the first to comment!
Jadilah seperti LEBAH, jangan jɑϑi seperti LALAT, Kenapa???

Karena lebah cepat menemukan bunga, sedangkan lalat cepat menemukan kotoran?

Karena naluri lebah hanya untuk menemukan bunga makanya lebah kaya akan madu yang bermanfaat bagi banyak orang, sedangkan naluri lalat hanya untuk menemukan kotoran sehingga lalat kaya kuman penyakit yang membuat penderitaan bagi banyak orang.

Lihatlah, tipe orang seperti lalat ini biasanya tidak tertarik pada hal² yang baik, sedangkan bila ada hal² yg buruk, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka menjadi begitu bersemangat untuk menyebarkannya, mereka orang² yang mudah diprovokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi.

Sedangkan tipe orang seperti lebah ini tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal² yang berbau negatif, menyakiti, isu yang tak jelas, semua hal yang berbau kejahatan.

Apa yg dilihat akan menghasilkan apa yang dipikirkan, dan apa yang dipikirkan akan menghasilkan apa yang diperoleh. Hidup ini sangat tergantung dengan hati dan pikiran. Jika hati dan pikiran selalu negatif maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif, dan hasilnya adalah penderitaan, sakit hati, kecewa, iri hati, sirik.

Ingin bahagia? Mulailah dengan hati dan pikiran yang selalu positif, maka apa saja yang dilihat akan selalu positif, dan hasilnya adalah kebahagiaan. Pilihan ada ditangan kita, mau jadi seperti LEBAH atau seperti LALAT...




Niat Bertaubat, Arakpun Berubah Menjadi Madu

ardios | 8:33:00 PM | | | | Be the first to comment!
Pada suatu hari, Umar Bin Khatab sedang berjalan-jalan di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di ujung simpang jalan beliau bertemu dengan pemuda yang membawa sebuah kendi.

Pemuda itu segera menyembunyikan kendi itu di dalam kain sarung yang diselimutkan di belakangnya. Timbul pertanyaan di hati Umar Bin Khatab melihat keadaan itu, lantas Beliau bertanya, "Apa yang engkau bawa itu?".

Karena panik sebab takut dimarahi Umar yang terkenal dengan ketegasan, pemuda itu menjawab dengan terbata-bata yaitu benda yang dibawanya ialah madu. Padahal benda itu ialah khamar.

Dalam keadaannya yang berkata bohong itu pemuda tadi sebenarnya berniat ingin berhenti meminum arak. Dia sesungguhnya telah menyesal dan insaf dan menyesal melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama itu. Dalam penyesalan itu dia berdoa kepada Allah.

Pemuda itu masih menunggu kata-kata Khalifah, "Kendi ini berisikan madu." Karena tidak percaya, Khalifah Umar ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya doa pemuda itu telah dikabulkan oleh Allah seketika itu juga telah menukarkan isi kendi itu menjadi madu.

Begitu dia berniat untuk bertaubat, dan Tuhan memberikan hidayah, sehingga niatnya yang ikhlas, ia terhindar dari kemarahan Khalifah Umar Bin Khatab, yang mungkin membahayakan pada dirinya sendiri kalau kendi itu masih berisi khamar.

Wallahu’alam bishshawab, ..