Wahai Rasulullah, Izinkan Aku Berzina!

ardios | 2:39:00 PM | | | | | Be the first to comment!
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad shahih [1], dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

إِنَّ فَتًى شَابًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، ائْذَنْ لِي بِالزِّنَا 

“Ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata: “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina!”

فأقبل القوم عليه فزجروه و قالوا : مه مه !
 

“Maka para shahabat pun menghampirinya dan memperingatinya : “Diam kamu! Jangan bicara seperti itu!”

فقال : ادنه ، فدنا منه قريبا قال : فجلس ، 
 

Kemudian Nabi berkata: “Dekatkan dia padaku”. Pemuda itupun mendekat kepada Nabi, kemudian duduk di dekat beliau.

قال : أتحبه لأمك ؟ قال : لا والله جعلني الله فداءك ، قال : و لا الناس يحبونه لأمهاتهم ، 
 

Kemudian Nabi bertanya kepada pemuda tersebut : “Apakah engkau suka kalau ibumu berzina?”
Pemuda itu menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau ibu mereka berzina”

قال : أفتحبه لابنتك ؟ قال : لا والله يا رسول الله جعلني الله فداءك ، قال : و لا الناس يحبونه لبناتهم، 
 

Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau putrimu berzina?”
Dia menjawab : “Demi Allah tidak ya Rasulullah! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau anak perempuan mereka berzina”

قال : أفتحبه لأختك ؟ قال : لا والله جعلني الله فداءك ، قال : و لا الناس يحبونه لأخواتهم 
Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudari perempuanmu berzina?”
Dia menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudari perempuan mereka berzina”

قال : أفتحبه لعمتك . قال : لا والله جعلني الله فداءك ، قال : و لا الناس يحبونه لعماتهم ، 
Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ayahmu berzina?”
Dia menjawab: “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab: “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ayah mereka berzina”

قال : أفتحبه لخالتك ؟ قال : لا والله جعلني الله فداءك ، قال : ولا الناس يحبونه لخالاتهم ، 
Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ibumu berzina?”
Dia menjawab: “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab: “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ibu mereka berzina”

قال : فوضع يده عليه و قال : اللهم اغفر ذنبه و طهرقلبه و حصن فرجه . فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيء 

Kemudian Nabi meletakkan tangan beliau kepada si pemuda itu seraya mendo’akannya :
“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya”
Setelah itupun si pemuda sama sekali tidak punya keinginan lagi untuk berzina. (HR. Ahmad dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
__________________

Allahumma ahbib ilainaa hubba nabiyyika wa hubba man yuhibbuhu. Ya Allah tanamkanlah ke dalam dada kami kecintaan kepada Nabi Mu dan kepada mereka yang mencintainya. 
Ikhwah Fillah rahimakumullah, apa kira-kira pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits berikut ini?

Kenapa Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam tidak langsung menyebutkan ayat tentang hukuman zina atau menyampaikan teguran tentang besarnya dosa zina? 

Tidak jarang jawaban irsyady lebih mengena dibanding jawaban ilmyJawaban irsyadi adalah jawaban yang bersifat mengarahkan seseorang untuk berfikir kembali tentang pertanyaan yang telah dilontarkannya. Sedangkan jawaban 'ilmiy adalah jawaban yang berdasarkan ilmu. 

Intinya, menghadapi anak SD sebaiknya memakai bahasa anak SD, menghadapi mahasiswa memakai bahasa mahasiswa. Jangan dibalik sehingga kebenaran Islam menjadi didustakan bukan karena meragukan kebenarannya tetapi karena cara kita menyampaikannya yang asal tanpa mempertimbangkan aspek kebijakan. [Fuad Al Hazimi]




Kisah Rasulullah Yang Minta di Qishash

ardios | 3:18:00 PM | | | | Be the first to comment!
Sepulang dari Mekah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam segera mengumpulkan para sahabat, kemudian menyampaikan turunnya ayat dan pesan Jibril kepada Beliau. Beliau juga menyampaikan, dengan turunnya ayat tersebut mengisyaratkan bahwa perpisahan Beliau dengan para sahabat sudah dekat..

Mendengar keterangan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tersebut para sahabat menangis sejadi-jadinya. Mereka sangat sedih karena akan berpisah dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam , pembawa rahmat bagi mereka.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengutus Bilal untuk mengumandangkan Adzan, memanggil umat Islam untuk sholat jama’ah.”

Setelah sholat berjama’ah bersama sahabat Muhajirin dan Anshar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam naik mimbar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memanjatkan puja-puji bagi Allah kemudian bersabda:

“ Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya aku adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, penasihatmu, yang mengajakmu ke jalan Allah dengan ijin-Nya. Sesungguhnya aku adalah saudaramu, seperti saudara sekandung dan sebapak yang saling mengasihi. Karena itu, siapa yang pernah kusakiti, balaslah hari ini sebelum hari Kiamat.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam minta kerelaan hati kepada yang pernah disakiti agar membalasnya sesuai dengan apa yang pernah dirasakan. Dalam hukum Islam balasan setimpal disebut dengan Qishash.

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bertanya siapa yang pernah disakiti oleh beliau dan ingin membalasnya dipersilkan untuk membalas hari itu, namun tidak ada satupun yang hadir saat itu berdiri menuntut Qishash kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam , Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kembali mengulang penawarannya sampai 3 kali agar kaumnya tidak segan-segan untuk melakukannya.

Akhirnya.................Ukasyah bin Muhsin mendekati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan berkata sambil didengarkan semua orang yang hadir di situ:

“ Sebenarnya aku enggan dan tidak sampai hati seandainya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak menganjurkannya sampai berulang kali. Aku terpaksa memberanikan diri berdiri di sini untuk menceritakan apa yang pernah kualami atas perlakuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam perang Badar. Ketika itu untaku mendekati unta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan aku turun agar bisa mencium pahamu. Tapi kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengangkat cambuk sehingga aku terkena cambuk itu. Bagian pinggangku yang terkena. Aku tidak tahu dan tidak berfikir apakah pada waktu itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sengaja memukulku atau memukul untanya tetapi yang jelas aku terkena cambuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam "

“ Apakah mungkin aku mencambukmu, hai Ukasyah?”

Tanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Kemudian Beliau memerintahkan Bilal untuk mengambil cambuk di rumah Fatimah, anak perempuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Saat Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, Fatimah menjadi heran dan bertanya :

“ Untuk apa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengambil cambuk ini? “

“ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam hendak melakukan Qishas.” Jawab Bilal

“ Siapakah orang yang sampai hati menuntut qishash kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, ayahku ? “ bisik Fatimah dalam hati.

Setiba di masjid, Bilal memberikan cambuk tersebut kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Beliau kemudian menyerahkan cambuk itu kepada sahabatnya Ukasyah agar segera melakukan qishash berupa cambukan balasan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Melihat Ukasyah berdiri memegang cambuk dan siap memukul pinggang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, Abu Bakar dan Umar bin Khotob mencegahnya.

“ Wahai Ukasyah, terimakan qishash itu pada diriku. Aku tak sampai hati dirimu menempelkan cambuk itu pada punggung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ! " kata Abu Bakar

“ Duduklah engkau berdua, Allah telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu.” ujar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Merasa tersinggung dengan sikap Ukasyah dan didorong kesetiaannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallamnya, Ali bin Abi Tholib, menantu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pun berdiri sembari berkata:

“ Wahai Ukasyah, engkau tahu aku masih hidup di samping Beliau. Bila engkau tetap nekad dan berkeras hati membalas cambukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, ini perutku, dadaku atau punggungku. Silakan pilih mana yang kau suka dan cambuklah sekuat tenagamu.”

Ucap Ali serasa menyodorkan bagian tubuhnya siap menerima cambukan.

Melihat kejadian tersebut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam berkata :

“ Wahai Ali, aku telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu, karena itu duduklah.“

Hasan dan Husain, cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ikut membela. Dengan nada keras cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam itu berkata:

“ Engkau tahu Ukasyah, bahwa kami adalah cucu-cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang masih ada hubungan darah dengan Beliau. Jika engkau mau membalas qishash pada kami itu sama saja dengan engkau menerima qishash dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Maka cambuklah kami! ” pinta mereka.

“ Duduklah engkau berdua, cambuklah, wahai Ukasyah jika memang benar aku telah memukulmu “. Rasulullah memerintahkan kedua cucunya.

Ternyata ada permintaan lain lagi dari Ukasyah. Ukasyah berkata :

“ Ya , Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, dulu cambuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengenai punggungku yang terbuka.”

Sesuai dengan permintaan Ukasyah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam membuka bajunya sehingga nampaklah punggungnya yang putih bersih. Ukasyah kemudian berjalan mendekati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Adegan itu disaksikan oleh para sahabat dengan menundukkan kepala serta air matanya menetes. Mereka menahan nafas menanti peristiwa yang akan terjadi di saat mendekati akhir kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Ketika berada di dekat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan melihat punggung Beliau yang putih bersih, Ukasyah langsung memeluk pinggang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan menciuminya sepuas hati sambil berkata :

“ Siapa orangnya yang sampai hati menerima qishash darimu, ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.”

Kini perasaan tegang itu berubah menjadi haru. Semua sahabat menarik nafas lagi melihat sikap Ukasyah yang tiba-tiba berubah. Ukasyah berkata lagi:

“ Maksudku, aku hanya ingin agar tubuhku menempel pada tubuhmu, ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Semoga tubuhmu menjadi penghalang api neraka yang menyulut tubuhku. “

Setelah suasana reda, sambil menunjuk kepada Ukasyah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam berkata :

“ Ketahuilah, bahwa siapa yang ingin melihat ahli syurga, maka lihatlah orang ini.”

Mendengar kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, para sahabat beramai-ramai memeluk tubuh Beliau sambil mencurahkan isak tangisnya. Kepada Ukasyah mereka berkata:

“Berbahagialah engkau, yang telah menerima derajat yang tinggi. Dan engkau kelak mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam di syurga.

Ya Allah mudahkanlah kami menerima syafaatnya karena kemuliaan dan keagunganMu.

SHOOLU 'ALAN NABIIY.....




7 Keajaiban Dunia berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits

ardios | 3:28:00 PM | | | Be the first to comment!
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena disana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin Anda bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan Anda sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak.

Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

Hewan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an,surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas,
“Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir. 3/498]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi,Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu-berkata:
“Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar,maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya
aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

Pengaduan Seekor Onta

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan
hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan.
Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau
masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi
wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?”
Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-,baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka
bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini
(menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

Semut Memberi Komando

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca,
sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah.
Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu
kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin,manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.

Allahu a'lam




Cara Makan Rasulullah SAW

ardios | 6:58:00 AM | | | Be the first to comment!
Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan.

Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lainnya.

Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustadz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, Anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (Contoh : KOKTEL)

CARA MAKAN :

* Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.

* Tidur 1 jam setelah makan tengah hari.

* Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.

Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya… cobalah….. Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek…. Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.

* Dalam Al-Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akanterjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

* Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat amalan antara lain:

1. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.

2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.

4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari.

5. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan).
Sabda nabi, Ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insya Allah Allah akan menggandakan 10 kali kepadanya

Allahu a'lam bishawab




Kenapa Lukisan Wajah Nabi Muhammad SAW Tidak Ada

ardios | 9:19:00 PM | | |
Saya hanya share pengetahuan yang mungkin sebagian dari anda belum mengetahui mengapa di dunia ini tidak ada lukisan yang menggambarkan Nabi Muhammad saw.

Saat Nabi Muhammad SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pernah melukis wajahnya, dan juga kamera foto belum lagi ditemukan.

Jadi itulah sebenarnya duduk masalahnya. Dan dengan masalah itu sebenarnya kita harus bangga.

Sebab keharaman menggambar wajah nabi SAW justru merupakan bukti otentik betapa Islam sangat menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya.

Larangan melukis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait dengan keharusan menjaga kemurnian ‘aqidah kaum muslimin.

Sebagaimana sejarah permulaan timbulnya paganisme atau penyembahan kepada berhala adalah dibuatnya lukisan orang-orang sholih, yaitu Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq dan Nasr oleh kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam.

Memang pada awal kejadian, lukisan tersebut hanya sekedar digunakan untuk mengenang kesholihan mereka dan belum disembah.

Tetapi setelah generasi ini musnah, muncul generasi berikutnya yang tidak mengerti tentang maksud dari generasi sebelumnya membuat gambar-gambar tersebut, kemudian syetan menggoda mereka agar menyembah gambar-gambar dan patung-patung orang sholih tersebut.

Melukis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilarang karena bisa membuka pintu paganisme atau berhalaisme baru, padahal Islam adalah agama yang paling anti dengan berhala.

Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela kelakuan orang-orang ahli kitab yang mengkultuskan orang-orang sholih mereka dengan membuat gambar-gambarny a agar dikagumi lalu dipuja.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyerupai mereka : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud)

Itulah sebab utama kenapa Umat Islam dilarang melukis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dalam rangka menjaga kemurnian ‘aqidah tauhid. Allahu Akbar !!! Allahu Akbar!!! Wallahu 'alam..

Komentar : Kenapa Tidak ada ???

Salah satu alasannya adalah dalam islam memang tidak ada dan tidak diperbolehkan yang namanya LUKISAN..ada larangannya mengenai hukum dari LUKISAN...Alasannya adalah seperti yang sudah ditulis, menghindari ghuluw (sifat berlebihan) terhadap lukisan tersebut dan menjadikannya berhala..

Islam hanya mengenal ilmu Kaligrafi seperti yang kita lihat di masjid atau pajangan dirumah.

Semoga Bermanfaat