Kenali Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

ardios | 8:58:00 AM | Be the first to comment!
Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat muslim semakin gencar untuk beribadah.

Terang saja, di malam sepuluh terakhir ini, ada momen yang sangat dinanti-nanti oleh para umat muslim, yakni Malam Lailatul Qadar.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya, Ahmad Fathoni mengatakan Malam Lailatul Qadar merupakam malam yang sangat spesial di Bulan Ramadhan ini.

"Dalam Al-Qur'an dijelaskan kalau Malam Lailatul Qadar lebih baik dari malam seribu malam. Pada malam itu Allah menurunkan para malaikatnya dengan seizin Allah SWT untuk memperbaiki permasalahan manusia," katanya kepada TribunnewsBogor.com (Tribunnews.com Network).

Lanjutnya, pada malam itu, malaikat itu diizinkan oleh Allah SWT untuk datang kepada manusia yang sedang beribadah.

Menurut, sebagian ulama mereka itu diusap oleh malaikat untuk dikabulkan doa-doanya.

Jaminan Allah SWT bagi orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar ini sangat luar biasa.

Orang yang beribadah pada malam itu diibaratkan seperti beribadah selama seribu bulan, atau sama dengan 82 tahun.

Namun, Allah SWT merahasiakan kapan turunnya malam Lailatul Qadar itu.

Ada ciri-ciri yang bisa dirasakan saat malam Lailatul Qadar turun.

"Dari keterangan Imam Gazali, para ulama mengatakan saat itu (malam Lailatul Qadar) cuacanya sangat menenangkan dan membuat nyaman, anginnya sepoi tak besar tak kecil. Pada malam itu juga seseorang yang merasakan malam Lailatul Qadar itu hatinya diberikan ketenangan, kenyamanan manakala mereka merasa dekat dengan Allah SWT," ujarnya.

Biasanya, menurut keterangan ulama Malam Lailatul Qadar turun pada malam ganjil di akhir Ramadhan.

Untuk itu, tak aneh bila masjid-masjid dipenuhi orang yang beriktikaf.

"Para umat muslim yang iktikaf di masjid dengan beribadah, seperti salat wajib dan sunnah, zikir, tadarus dan lainnya. Kalau dia sudah masuk ke masjid dan niatnya karena Allah taala, insya Allah semua yang dilakukan di masjid adalah ibadah," kata Ahmad. (*) [tribunnews]




Cara Mandi Rasulullah SAW...

ardios | 7:07:00 AM | | Be the first to comment!
Sangat Bermanfaat Untuk Kesehatan Kita

Yang diajarkan oleh Baginda SAW......

1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki.
2. Segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 saat.

●Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

●Hikmahnya:
Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air sejuk. Apa yang terjadi? Gelas akan retak !!!

●Jika pada tubuh kita ...maka apa yang terjadi ?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu sejuk, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap atau boleh jd penyebab kematian dikarenakan pecahnya pembuluh darah.

●Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering masuk angin dikarenakan cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain dikarenakan cara mandi yang salah.

●Cara mandi ini baik bagi semua tingkatan umur terutama yang sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah. Insya Allah..

{ Silahkan dishare ilmu untuk kemashlahatan bersama ganjarannya akan ttp mengalir walau kita sudah berada di Alam Barzah }




SEBARKAN...!!! Buat Para Wanita, Jangan Julurkan Lidahmu Ketika Foto Selfie,Ini Penjelasannya...

ardios | 12:34:00 AM | Be the first to comment!
Akhir-akhir ini sedang jadi tren terlebih dikalangan kaum wanita photo selfie sambil menjulurkan lidah. Apakah ada yang tahu hewan apa yang suka menjulurkan lidahnya? ya hewan itu adalah anjing, serta tahukah anda mengapa anjing menjulurkan lidahnya?

Ada 3 alasan mengapa anjing menjulurkan lidahnya :

- Anjing tersebut kehausan

- Anjing tersebut kepanasan

- Serta yang ketiga, anjing tersebut sedang memberi sinyal bahwa ia minta dis3tubuhi sang pejantan (ini dilakukan oleh anjing betina).

Anda pernah lihat foto selfie teman wanitamu sembari menjulurkan lidahnya? ya mungkin saja anda pernah melihatnya.

Tahukah anda mengapa mereka menjulurkan lidahnya?
Mungkin saja mereka kehausan, kepanasan, atau....

Seekor anjing betina bakal berikan isyarat kepada pejantannya dengan mengulurkan lidahnya sinyal ia minta disetubuhi sang pejantan.

Oleh karenanya, apa bedanya? Mohon pada para gadis, terlebih yang berjilbab.. cermati photo selfimu.. janganlah menjulurkan lidahmu.. seperti photo diatas..

Janganlah ingin disamakan dengan anjing. Serta agar di ketahui, kebanyakan pria baik-baik melihat photo wanita yang menjulurkan lidah bakal sangatlah sangat risih.. seperti lihat seorang pelacur yang sedang mengg0da.

Lalu bagaimanakah hukumnya didalam Islam seseorang yang

mengikuti atau menyerupai tingkah laku binatang? terdapat banyak hadist yang melarang umat Islam mengikuti perilaku binatang saat shalat.

Larangan Turun Sujud Seperti Turunnya Onta.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, " Bila seorang dari anda sujud, jadi janganlah ia turun sujud seperti mendekamnya onta. Sebaiknya ia menempatkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya ".

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda perihal seorang yang mirip kebiasaan satu kaum.

Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,  " Barangsiapa menyerupai satu kaum, jadi dia termasuk juga golongan mereka. " (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)

Hadist yang pertama dengan sangatlah jelas bahwa seseorang muslim dilarang mengikuti tingkah laku binatang saat shalat, serta pada hadist yang kedua Rasulullaah SAW menyebutkan jika kita mengikuti atau meniru kebiasaan atau perilaku satu kaum jadi kita termasuk juga golongan atau sisi dari kaum itu.

Nah jika di antara kita ada yang ikuti atau mirip tingkah laku seekor anjing, jadi dapat disebutkan dia seperti atau sisi dari kaum hewan tersebut, merasa agak kasar memanglah.

Namun manusia yaitu makhluk yang diberikan akal serta fikiran oleh Allah SWT, apakah layak manusia ikuti atau mirip tingkah laku binatang? pasti sangatlah tak pantas jika manusia mengikuti tingkah laku binatang yg tidak berakal serta cuma memercayakan naluri serta hawa nafsunya saja.

Oleh karenanya sekali lagi, dimohon terutama kepada beberapa gadis, terlebih yang berjilbab.. perhatikan photo selfimu yang  di media sosial, janganlah julurkan lidahmu.. hargai dirimu, janganlah samakan dirimu dengan anjing yang tengah meminta disetubuhi.

Silakan SHARE agar teman-teman wanitamu tak ada lagi yang photo selfi sambil menjulurkan lidahnya. Mudah-mudahan menjadi peringatan. [klikmanfaat.com]




Kalimat-Kalimat Penyesalan di Hari Kiamat

ardios | 7:55:00 PM | | Be the first to comment!
Salah satu nama dari nama-nama hari kiamat adalah “Hari Penyesalan”. Disaat semua kesempatan telah tertutup dan hanya tersisa pertanggung jawaban. Di hari itu semua orang akan menyesal. Pelaku keburukan menyesali dosa dan kesalahannya sementara orang-orang baik juga menyesal, andai dulu mereka lebih banyak melakukan kebaikan. Allah swt berfirman,

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS.Maryam:39)

Di hari itu orang-orang yang dzalim berusaha menyembunyikan penyesalan mereka ketika melihat adzab yang begitu dahsyat.

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الأَرْضِ لاَفْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّواْ النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ الْعَذَابَ

“Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu.” (QS.Yunus:54) *Juga pada ayat (Saba’:33)

Kita akan temukan banyak sekali kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan didalam Al-Qur’an. Kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang celaka di hari kiamat. Dan ucapan penyesalan itu selalu disertai kalimat (يَا لَيْتَنِي) “Sekiranya aku ….” ataupun (يَا لَيْتَنَا) “Sekiranya kami ….”.

Mari kita simak ayat-ayat berikut :

1. Surah aL-Furqan ayat 27

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” (QS.al-Furqan:27)

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang zalim yang menyesali perbuatannya. Mereka menyesali karena semasa hidupnya ia tidak mengambil jalan bersama Rasul, tidak menuruti dan menjauhi ajaran Rasul. Sehingga pada hari kiamat mereka merasa sangat menyesal.

2. Surah al-Furqan ayat 28

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).” (QS.al-Furqan:28)


Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Orang tersebut adalah orang-orang yang shaleh dan suka melakukan kebaikan serta senantiasa menjauhi dirinya dari hal-hal yang dibenci Allah SWT.

Sehingga apabila mereka dahulu berteman dengan orang-orang seperti itu, tentunya mereka juga akan mengikuti perangai temannya itu yang selalu berbuat kebaikan. Namun nyatanya mereka justru menjauhi orang tersebut, sehingga akhirnya kini mereka menyesali perbuatannya tersebut. 
 
3. Surah al-Haqqah ayat 25

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS.al-Haqqah:25)

Ini adalah kalimat penyesalan yang diucapkan oleh orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kiri. Oleh karenanya mereka mengatakan bahwa lebih baik catatan tersebut tidak diberikan kepadanya. Sebab bila diberikan ditangan kiri, hal tersebut merupakan pertanda bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang celaka yang akan menerima azab dari Allah SWT. 
Alangkah lebih baik apabila catatan tersebut tidak diberikan kepadanya, sehingga ia tidak akan mengetahui apakah ia termasuk dalam golongan orang yang beruntung atau orang yang celaka. 

4. Surah an-Naba ayat 40

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً

Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.” (QS.an-Naba’:40)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir saat Allah SWT memperlihatkan kepadanya apa yang telah diperbuat oleh tangannya. Sehingga ia merasa lebih baik bila dulu ia dijadikan tanah. Dengan demikian ia tidak akan mungkin melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukannya saat itu.

5. Surah al-Fajr ayat 24

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.al-Fajr:24)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya suka berbuat keburukan. Ia menghabiskan waktunya dengan melakukan hal yang sia-sia. Sehingga di akhirat saat diperlihatkan perbuatannya, ia merasa menyesal mengapa dahulu semasa hidup tidak mengerjakan kebaikan.

6. Surah al-An'am ayat 27

وَلَوْ تَرَىَ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى النَّارِ فَقَالُواْ يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلاَ نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (QS.al-An’am:27)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Meski sebenarnya ia mengetahui kebenarannya, namun mereka enggan untuk mengakuinya. Sehingga karenanya mereka pun menjadi orang-orang kafir, sebab telah meninggalkan ajaran Allah SWT.
Kelak di akhirat, orang-orang seperti merasa menyesal, jika saja dahulu mereka tidak mendustai ayat-ayat Allah SWT dan menjadi orang yang beriman, maka tentu saja mereka tidak akan dihadapkan ke neraka untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya tersebut. 

7. Surah al-Ahzab ayat 66

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS.al-Ahzab:66)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya melalaikan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Meski sebenarnya mereka mengetahui, namun mereka enggan untuk mentaati perintah Allah SWT. Sehingga ketika Allah Ta'ala membolak-balikkan wajahnya di dalam neraka, mereka berkata jika sekiranya dahulu ia taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya maka tentu saja mereka tidak akan mendapatkan siksaan seperti itu.
Demikianlah kalimat-kalimat penyesalan  di hari kiamat yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Sungguh merupakan sebuah penyesalan yang tidak berarti. Sebab sebesar apapun penyesalan yang diungkapkan, tentu tidak akan mampu merubah keadaan di hari kiamat kelak. 

Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki kesempatan maka marilah memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mari kita berlomba menabung amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum datang hari penyesalan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari pembalasan.




Prof Shedinger: “Meski Saya Kristen, Saya Terpaksa Mengatakan Yesus Seorang Muslim”

ardios | 3:24:00 PM | Be the first to comment!
Meski sudah tiga tahun terbit, buku Was Jesus a Muslim? tulisan Robert F. Shedinger, Associate Professor of Religion di Luther College di Iowa Amerika, mengundang polemik berkelanjutan di Amerika Serikat. Sampai para penentangnya meminta agar Shedinger meminta maaf atas kebodohan kuadratnya

Seperti ditulis di pengantar buku, Shedinger sengaja menulis masalah ini setelah penelitian yang sudah ia lakukan selama satu dekade. Penelitian itu ia lakukan karena sanggahan yang pernah dia terima dari salah satu mahasiswinya, Huda yang berkewarganegaraan Maroko atas caranya mengajarkan Islam. Penelitian itu akhirnya berbuah hasil bahwa Yesus adalah seorang Muslim. Hasil penelitian yang dilakukan ini tentu membuat shock jutaan penganut Kristen di Amerika dan mereka menyesalkannya.

Meski ditentang dan dikritik habis-habisan, Shedinger tak pernah ragu dengan hasil penelitiannya. Berkali-kali dia mengumumkan secara resmi, “Meski saya Kristen, saya terpaksa mengatakan bahwa Yesus adalah seorang Muslim.”

Ia menegaskan, pernyataannya bahwa Yesus adalah seorang Muslim tidak mengganggunya. “Dan tidak membuatku kikuk,” tegasnya. “Hakikat kebenaran yang saya temukan ini seharusnya mampu menciptakan saling kesepahaman dan kerjasama antara umat Islam dam Kristen serta usaha menciptakan perdamaian di dunia,” ujar Shedinger.

Studi Shedinger ini berangkat dari pertanyaan yang membuat penasaran; apakah kaum Muslimin memahami Yesus melalui lebih banyak kepada pendekatan sejarah ketimbang kaum Kristen? Pertanyaan ini kemudian menantang Shedinger melakukan serangkaian studi agama secara khusus, terutama dalam hal perbandingan agama.

Ia juga mengkaji berbagai kontekstual yang mengharuskannya melakukan pemisahan antara politik dan ideologi dimana salah satu hasilnya harus meminggirkan agama dari pertanyaan-pertanyaan budaya dan sosial yang mendalam, sehingga studinya akan memiliki kesimpulan yang lebih akurat dan lebih dihargai. Yakni hasil yang mendorong kemungkinan-kemungkinan saling memahami dan kerjasama antara kaum Muslimin dengan Kristen.

Dalam keterangan persnya ia menegaskan, “Bisa jadi Anda harus berpikir ulang tentang Islam dan akan berakhir dengan kesimpulan bahwa Islam adalah gerakan keadilan sosial, dan inilah misi Yesus. Karena itu saya melihat Yesus adalah lebih sebagai seorang Muslim dibanding sebagai seorang Kristen dalam arti sebagai tokoh spiritual yang menebus kesalahan manusia.”

Pendeta Gereja Injil Baptis Matt Walters menolak gagasan ini. “Umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, lantas bagaimana mungkin Yesus mengikuti sebuah aturan ideologi yang disebutnya dusta?” kata Walters.

Para penentang buku ini menyebut Shedinger memiliki agenda sosial yang ingin menggambarkan Yesus lebih sebagai pemimpin gerakan sosial dibanding pemimpin spiritual. Mereka mengklaim bahwa pemikiran penulis ini sewenang-wenang dan sintesis yang berusaha membuat ide yang tidak akan diterima oleh umat Islam dan Kristen yang sesungguhnya.

Sebagian lainnya mengkritisi Shedinger karena mengandalkan studinya kepada gagasan-gagasan akademis yang dangkal. Mereka mengkritisi usahanya melakukan redefinisi agama, ideologi, budaya dan lain-lain. Padahal konsep-konsep itu sudah baku di kalangan manusia sejak ratusan hingga ribuan tahun.

Luther College sendiri mendukung Prof. Shedinger saat mendapatkan kritikan. Seorang jubir Luther College menegaskan, pihak manajemen mendukung penuh gagasan Shedinger. (bsyr/spiritislam.net/salam-online.com)