Kalimat-Kalimat Penyesalan di Hari Kiamat

ardios | 7:55:00 PM | | Be the first to comment!
Salah satu nama dari nama-nama hari kiamat adalah “Hari Penyesalan”. Disaat semua kesempatan telah tertutup dan hanya tersisa pertanggung jawaban. Di hari itu semua orang akan menyesal. Pelaku keburukan menyesali dosa dan kesalahannya sementara orang-orang baik juga menyesal, andai dulu mereka lebih banyak melakukan kebaikan. Allah swt berfirman,

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS.Maryam:39)

Di hari itu orang-orang yang dzalim berusaha menyembunyikan penyesalan mereka ketika melihat adzab yang begitu dahsyat.

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الأَرْضِ لاَفْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّواْ النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ الْعَذَابَ

“Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu.” (QS.Yunus:54) *Juga pada ayat (Saba’:33)

Kita akan temukan banyak sekali kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan didalam Al-Qur’an. Kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang celaka di hari kiamat. Dan ucapan penyesalan itu selalu disertai kalimat (يَا لَيْتَنِي) “Sekiranya aku ….” ataupun (يَا لَيْتَنَا) “Sekiranya kami ….”.

Mari kita simak ayat-ayat berikut :

1. Surah aL-Furqan ayat 27

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” (QS.al-Furqan:27)

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang zalim yang menyesali perbuatannya. Mereka menyesali karena semasa hidupnya ia tidak mengambil jalan bersama Rasul, tidak menuruti dan menjauhi ajaran Rasul. Sehingga pada hari kiamat mereka merasa sangat menyesal.

2. Surah al-Furqan ayat 28

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).” (QS.al-Furqan:28)


Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Orang tersebut adalah orang-orang yang shaleh dan suka melakukan kebaikan serta senantiasa menjauhi dirinya dari hal-hal yang dibenci Allah SWT.

Sehingga apabila mereka dahulu berteman dengan orang-orang seperti itu, tentunya mereka juga akan mengikuti perangai temannya itu yang selalu berbuat kebaikan. Namun nyatanya mereka justru menjauhi orang tersebut, sehingga akhirnya kini mereka menyesali perbuatannya tersebut. 
 
3. Surah al-Haqqah ayat 25

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS.al-Haqqah:25)

Ini adalah kalimat penyesalan yang diucapkan oleh orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kiri. Oleh karenanya mereka mengatakan bahwa lebih baik catatan tersebut tidak diberikan kepadanya. Sebab bila diberikan ditangan kiri, hal tersebut merupakan pertanda bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang celaka yang akan menerima azab dari Allah SWT. 
Alangkah lebih baik apabila catatan tersebut tidak diberikan kepadanya, sehingga ia tidak akan mengetahui apakah ia termasuk dalam golongan orang yang beruntung atau orang yang celaka. 

4. Surah an-Naba ayat 40

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً

Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.” (QS.an-Naba’:40)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir saat Allah SWT memperlihatkan kepadanya apa yang telah diperbuat oleh tangannya. Sehingga ia merasa lebih baik bila dulu ia dijadikan tanah. Dengan demikian ia tidak akan mungkin melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukannya saat itu.

5. Surah al-Fajr ayat 24

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.al-Fajr:24)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya suka berbuat keburukan. Ia menghabiskan waktunya dengan melakukan hal yang sia-sia. Sehingga di akhirat saat diperlihatkan perbuatannya, ia merasa menyesal mengapa dahulu semasa hidup tidak mengerjakan kebaikan.

6. Surah al-An'am ayat 27

وَلَوْ تَرَىَ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى النَّارِ فَقَالُواْ يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلاَ نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (QS.al-An’am:27)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Meski sebenarnya ia mengetahui kebenarannya, namun mereka enggan untuk mengakuinya. Sehingga karenanya mereka pun menjadi orang-orang kafir, sebab telah meninggalkan ajaran Allah SWT.
Kelak di akhirat, orang-orang seperti merasa menyesal, jika saja dahulu mereka tidak mendustai ayat-ayat Allah SWT dan menjadi orang yang beriman, maka tentu saja mereka tidak akan dihadapkan ke neraka untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya tersebut. 

7. Surah al-Ahzab ayat 66

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS.al-Ahzab:66)

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya melalaikan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Meski sebenarnya mereka mengetahui, namun mereka enggan untuk mentaati perintah Allah SWT. Sehingga ketika Allah Ta'ala membolak-balikkan wajahnya di dalam neraka, mereka berkata jika sekiranya dahulu ia taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya maka tentu saja mereka tidak akan mendapatkan siksaan seperti itu.
Demikianlah kalimat-kalimat penyesalan  di hari kiamat yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Sungguh merupakan sebuah penyesalan yang tidak berarti. Sebab sebesar apapun penyesalan yang diungkapkan, tentu tidak akan mampu merubah keadaan di hari kiamat kelak. 

Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki kesempatan maka marilah memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mari kita berlomba menabung amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum datang hari penyesalan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari pembalasan.




Akhir Zaman, Zina Marak Dimana-Mana

ardios | 5:09:00 AM | | | Be the first to comment!
DUA puluh tahun yang lalu, mungkin kita mendengar perempuan hamil di luar nikah itu sesuatu yang jauh dari kita. Tapi sekarang, coba perhatikan, hal seperti ini bahkan terjadi hanya beberapa meter dari rumah kita. Semoga kita dihindarkan dari fitnah akhir zaman seperti ini.

Di antara tanda-tanda kiamat yang telah nampak adalah merebaknya perzinaan dan banyak terjadi di tengah-tengah manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa hal itu termasuk tanda-tanda kiamat.

Telah tetap dalam ash-Shahihain dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ (ﻓﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ )ﻭﻳﻈﻬﺮ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﺇﻥ ﻣﻦ

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan’,”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ‘Akan datang kepada manusia beberapa tahun yang penuh dengan tipuan … (lalu beliau melanjutkan haditsnya, didalamnya disebutkan:) dan menyebarnya perbuatan keji (zina)’.” [Mustadrak al Hakim (IV/512)]

Yang lebih dahsyat dari itu adalah menganggap halal perbuatan zina.

Telah tetap dalam ash-Shahih dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ’anhu bahwasanya dia mendengar Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﺃﻗﻮﺍﻡ ﻳﺴﺘﺤﻠﻮﻥ ﺍﻟﺤﺮ ﻭ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﻟﻴﻜﻮﻧﻦ

“Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutera.”

Di akhir zaman setelah tidak ada lagi kaum mukminin, maka yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka saling melakukan hubungan intim bagaikan keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits an-Nawwas radhiyallahu ’anhu:

ﻭﻳﺒﻘﻰ ﺷﺮﺍﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ‎ ‎ﻳَﺘَﻬَﺎﺭَﺟُﻮﻥ‎ ‎ﻓﻴﻬﺎ ﺗﻬﺎﺭُﺝ ﺍﻟْﺤُﻤُﺮ ، ﻓﻌﻠﻴﻬﻢ‎ ‎ﺗﻘﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ

“Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka melakukan hubungan intim di dalamnya bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat itu terjadi.”  (HR. Muslim)

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda:

ﺗﻔﻨﻰ ﻫﺬﻩ ﻋﻠﻰ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ، ﻻ‎ ‎، ﺍﻷﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ‎ ‎: ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻓﻴﻔﺘﺮﺷﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ‎ ‎ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺧﻴﺎﺭﻫﻢ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ‎ ‎ﻟﻮ ﻭﺍﺭﻳﺘﻬﺎ ﺧﻠﻒ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺎﺋﻂ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum pria mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, ’Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini’.” [Diriwayatkan oleh Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, ’dan perawinya adalah perawi yang ash-Shahih.” Lihat Maj’mauz Zawaa-id (VII/331)]

Al Qurthubi—beliau adalah seorang ulama fikih madzhab Maliki, meninggal di Iskandaria th 656 H—berkata dalam al-Mufhim, mengomentari hadits Anas terdahulu, “Di dalam hadits ini ada sebuah tanda dari tanda- tanda kenabian, karena beliau telah mengabarkan berbagai perkara yang akan terjadi, maka perkara itu pun telah terjadi terutama di masa-masa sekarang ini.” [Fathul Bari (I/179)]

Jika hal ini terjadi pada zaman Imam al-Qurthubi, maka sesungguhnya hal ini lebih nampak lagi di zaman kita sekarang ini, karena besarnya dominasi kebodohan dan tersebarnya kerusakan di tengah-tengah manusia. [bacell] (islampos)




Ada Apa Setelah Kematian

ardios | 4:15:00 AM | | Be the first to comment!
Maha suci Allah yang telah Menghidupkan dan mematikan semua mahluk ciptaannya

Allah Berfirman..:“Kullu nafsin Zaaikatul maut”, Semua yang hidup pasti akan mati

Kematian pasti aka mendatangi mahluk, kehadirannya tak bisa ditolak, tak ada yang perlu dikhawatirkan dalam kematian, ia adalah pintu yang pasti setiap orang akan memasukinya.

Tetapi yang menjadi masalah adalah apa yang terjadi setelah kematian?
Apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan Allah?
Ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak?

Seluruh penghuni kubur, tak satupun yang mengetahui nasib nya kecuali Dzat yang maha Mengetahui hal2 yang ghaib

Allah berfirman : “Wahai orang2 beriman, Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenarnya, dan jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim” (Albaqarah ayat 132)

Untuk orang2 yg Shalih, mereka sangat rindu dengan kematian, ingin segera bertemu dengan RabbNya, mereka menyiapkan bekal kematian, yang menjadi gerbang akhirat, mereka bahagia, selama kematian itu mendekatkan diri kepada Rabbnya

Rasulullah bersabda : “ Bila seorang hamba mukmin berada diujung dunia menuju gerbang akhirat, malaikat dari langit turun kpdnya. Wajahnya putih bersih, secerah mentari. Mereka membawa kafan dan balsam (agar mayat tidak busuk) yang berasal dari surga, mereka duduk sangat dekat dengan hamba itu dan mengucapkan “wahai jiwa yg suci, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah. Maka ruhnyapun keluar sperti air yg deras, dan Malaikat mengambil Ruhnya. Selanjutnya ruh ditaruh di kain kafan yg dari padanya keluar wewangian paling harum, setelah di letakkan ke bumi, malaikat mengangkat ruh tersebut ke atas, dan setiap ketemu malaikat yang pasti dilaluinya bertanya ruh siapa ini mereka menjawab Fulan bin fulan dengan menyebut nama yang paling indah yang pernah di pakai di dunia, begitulah seterusnya sampai batas akhir bumi, mereka meminta langit di buka dan di kabulkan. Sampailah pada langit ke 7 Allah berfirman “ Tulislah hambaKu ini dalam ILLIYYIIN, dan kembalikan ia kebumi, sesungguhnya Aku menciptakannya dari bumi (tanah) dan akan ku kembalikan lagi ke bumi (Tanah) dan dari tanah pula aku akan keluarkan mereka sekali lagi”

Ruh itupun di kembalikan ke dunia , dan dtglah ke 2 malaikat dan bertanya, Siapa RabbMu? Dan seterusnya…dan semua pertanyaan di jawab dengan lancar. Dan datanglah suara dari langit ”benarlah hambaKu ini berilah kasur dan pakaian dari surga, serta bukakan pintu surga. Setelah itu, dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang, dan datanglah orang berwajah tampan “berbahagialah kamu diberi kemudahan, inilah hari yang dijanjikan Allah, dan ia bertanya siapa kamu.. akulah amal shalihmu, akulah shalatmu, akulah kebaikan dan shodaqohmu yg pernah kau infaqkan, akulah tangis dan rasa takutmu, akulah haji dan umrahmu, akulah bacaan qur‘anmu, akulah tahajudmu di setiap 1/3 akhir malam, akulah puasamu, akulah sikap baik kepada kedua orang tuamu, akulah thalabul ilmi mu, akulah dakwahmu, akulah jihadmu fii sabililllah.. dan saat iu dia tersadar btapa lapang kuburnya, dan dia menyadari apa yg dipakai itu dari surga dan ia menyadari apa yang dia rasakan berbeda dengan nikmat surga, dan ia berkata, wahai Rabbi segerakanlah kiamat, sehingga aku bisa kembali kepad keluargaku dan hartaku. Kemudian dialam akhirat nanti Ruh akan bertemu dgn pahala ruh itu selama hidupnya yang menyerupai dgn bentuk fisik ruh, dan pahala inilah yang akan menuntun masuk ke surga...didepan surga masih dalam keadaan terkunci lalu pintu surga masih terkunci, dan hanya selawatlah yang bias membuka kunci pintu surga.
Subhannallah..

Selanjutnya sabda nabi “ketika Orang kafir, Fasik berada diujung dunia dan gerbang akhirat datanglah malaikat berwajah hitam. Dia duduk di sebelah sambil terus melotot, dan datanglah malaikatul maut membawa tenunan kasar menduduki kepalanya dan berkata “wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju amarah dan murka Allah. Bergetarlah badannya ruhnya di cabut dari badan, sakit yang amat pedih yg tak pernah dirasakan.

Seluruh malaikat dilangit dan dibumi juga yang ada diantara keduanya melaknat . dicabut nyawanya, ditaruh ruhnya di tenunan yg kasar. Dan dari tempat itu berhembuslah bau bangkai yang paling busuk baunya di dunia, setiap malaikat parsti bertanya Ruh siapa ini? Ruh fulan bin fulan dengan menyebut nama yang paling buruk didunia . dan Malaikat meminta pintu langi di buka dan di kabulkan , lalu Allah berkata Tulislah amalannya dalam Sijjiin, didasar bumi yg paling bawah

Allah berfirman “barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”
(Al-Hajj ayat 31)

Kemudian Ruh tersebut dikembalikan ke jasadnya, lalu ke dua malaikat bertanya.. siapa Rabb Mu dan seterusnya.., tak satupun bisa dijawab.., dan terdengarlah dari lagit bahwa ia seorang pendusta. Lalu disediakan kasur dari neraka dan dibukakan pintu neraka , ia pun merasakan hawa panas yang di hembuskan.

Kuburnyapun menyempit, dan datanglah orang yg buruk rupa dan ketika ditanya siapa kamu, Akulah amal burukmu, akulah syirik yg pernah kaulakukan, akulah janji yg kauucapkan menggunakan nama selain Allah, akulah wujud peribadatanmu di alam kubur,. Akulah khomer yg kau minum, zina yang kau lakukan, riba yang kau makan, kesombongan terhadap para penasihat.., saat itu hamba menyesal, namun apalah artinya.., menyesal sekarang? Menangislah.. tidak ada gunanya sama sekali, karena tak akan menolongmu terhindar dari adzab. Lalu hamba itu sadar bahwa apa yg ia tempuh setelah alam kubur akan lebih dahsyat dan kekal dan ia berkata “Wahai Rabbmu jangan jadikan Kiamat, dan setelah itu ia buta, tuli dan bisu…

Nauzubillah min zaalik