Misteri Matematika Dalam Kehidupan

ardios | 12:19:00 AM | | Be the first to comment!
Pernahkah Anda berpikir bahwa:

1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah :

(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
- x - = +

Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Semoga Bermanfaat.




Tiga Serangkai

ardios | 3:39:00 AM | | Be the first to comment!
Seorang wanita keluar rumah dan melihat tiga orang laki- laki tua berjanggut putih lebat sedang duduk di depan rumahnya. Dia tidak mengenal mereka.

Wanita itu berkata “ aku tidak mengenal kalian, aku rasa kalian sedang lapar. Masuklah dan silahkan makan di dalam”.

“Apakah suamimu ada di dalam ?”, Tanya mereka.
“Tidak ”, ia menjawab, “ dia sedang keluar”.
Kalau begitu kami tidak akan masuk sampai suami kamu datang.

Malamnya ketika sang suami sudah pulang, ia menceritakan apa yang dialaminya tadi.
“Beritahukan mereka kalau aku sudah pulang dan persilahkan mereka masuk”. Wanita itu segera keluar dan mengundang ketiga laki- laki itu masuk. Tetapi mereka berkata, “ kami tidak masuk bersamaan ke dalam”.
“Mengapa?”, Tanya si wanita.

Salah satu dari laki- laki tua itu akan menjelaskan, “Dia bernama Kaya,” sambil menunjuk salah satu temannya, dan berkata sambil menunjuk teman yang lain, “ Dia bernama Sukses, dan aku Cinta”. Kemudian dia menambahkan,” Masuklah dan diskusikan dengan suamimu, siapa diantara kita yang kau inginkan di dalam rumahmu?”.

Wanita itu masuk ke dalam dan memberitahu suaminya. Sang suami sangat gembira dan berkata “ kalau begitu mari kita undang Kaya. Biarkan dia masuk dan mengisi rumah kita dengan kekayaan!”
Sang istri tidak setuju, “Sayangku kenapa tidak mengundang Sukses?”

Anak kecil mereka yang mendengarkan pembicaraan mereka bangkit dari tempat duduknya dan memberikan pendapatnya, ”Apakah tidak lebih baik kalau kita mengundang Cinta? Rumah kita akan dipenuhi dengan Cinta!”

“Baiklah, kita laksanakan usul anak kita”, kata sang suami kepada istrinya.
“Pergilah keluar dan undanglah Cinta”.

Si wanita pergi keluar dan berkata kepada Tiga laki- laki tua itu, “Siapa diantara kalian Cinta?”
Silahkan masuk dan menjadi tamu kami.

Cinta berdiri dan berjalan kearah rumah. Kedua laki- laki yang lain juga berdiri dan mengikutinya. Si wanita terkejut dan menanyai si Kaya dan Sukses,” Aku hanya mengundang Cinta, mengapa kalian masuk?”.

Keduanya menjawab secara bersamaan, “Jika kau mengundang Kaya atau Sukses, kami berdua akan tetap berada di luar, tetapi karena kau mengundang Cinta, kemana ia pergi, kami akan selalu mengikutinya. Dimana ada Cinta, selalu ada Kaya dan Sukses!!!!!!”





Pesimis vs Optimis

ardios | 3:33:00 AM | Be the first to comment!
ORANG OPTIMIS BUKANLAH ORANG YANG KARENA MELIHAT JALAN MULUS DI HADAPANNYA, TETAPI ORANG YANG YAKIN 100% DAN BERANI UNTUK MENGATASI SETIAP TANTANGAN YANG MENGHADANG

Ada 2 macam manusia dalam menyikapi hidup ini , satu sikap orang yang pesimis dan kedua adalah orang yang bersikap optimis :

Tipe pertama orang pesimis , bagi orang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif , hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan atau nasib semata.

Tentu orang dengan sikap mental pesimis seperti ini, dia telah mengidap penyakit miskin mental , jika mental kita sudah miskin, maka tidak akan mampu menciptakan prestasi yang maksimal dan mana mungkin nasib jelek bisa dirubah menjadi lebih baik.

Tipe ke-2 adalah orang optimis , bagi orang yang memiliki sikap optimis, kehidupannya didominasi oleh pikirannya yang positif , berani mengambil resiko, setiap mengambil keputusan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap. orang optimis bukanlah karena melihat jalan mulus di hadapannya, tetapi orang yang mempunyai keyakinan 100% dalam melaksanakan apa yang harus diperjuangkan, orang optimis tahu dan sadar bahwa dalam setiap proses perjuangannya pasti akan menghadapi krikiil -krikil kecil ataupun bebatuan besar yang selalu menghadang !

Orang optimis siap dan berani untuk mengatasi masalah atau kesulitan yang merintanginya. Bahkan disaat mengalami kegagalan sekalipun tidak akan membuat dia patah semangat, karena dia tau ada proses pembelajaran disetiap kegagalan yang dia alami.Tentu orang yang punya sikap mental optimis demikian adalah orang yang memiliki kekayaan mental, dan hanya orang yang mempunyai kekayaan mental, yang mampu mengubah nasib jelek menjadi lebih baik . Jika anda, saya dan kita semua secara bersama-sama mampu membangun kekayaan mental dengan berkesinambungan, mampu menjalani hidup ini dengan optimis dan aktif, tentu secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan kita pribadi serta kehidupan keluarga, dan dari kehidupan keluarga -keluarga yang semangat, optimis dan aktif akan mempengaruhi kehidupan masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan sinergi sebagai kontributor dalam membangun Indonesia sekaligus mengembalikan jati diri bangsa ! Pilihan ada ditangan kita masing-masing!  Anda tipe orang yang bagaimana, pesimis atau optimis ???




Salahku atau Salahmu

ardios | 12:16:00 AM | | Be the first to comment!
Sebuah keluarga miskin kemalingan sepeda. Semua anggota keluarga merasa sedih karena bagi mereka sepeda itu amat berarti.

Sang anak: “Semua ini salah ku, sepulang dari sekolah, ku parkir di pekarangan tapi tidak kukunci rodanya..”

Bapak: “Bukan salahmu nak, salah papa yang mau menyuruh mu beli obat, membuatmu nunggu kelamaan..”

Mama: “Bukan, itu salahku yang kelamaan mencari resep dr, lupa gak tahu keselip dimana..”

Kakek: “Bukan salah kalian, salah kakek yang habis nyapu lupa nutup pintu pagar”

Nenek: “Nggak, salah nenek yang lupa nyalain lampu sehingga pekarangan gelap…”

Walaupun mereka sedih namun kehilangan sepeda tidak menjadi musibah bagi keluarga miskin itu,
sebab mereka tidak membuat musibah besar dengan saling menyalahkan, saling menghujat, malah sebaliknya saling menyalahkan diri sendiri, merasa paling bertanggung jawab dan saling memaafkan. Luar biasa!

Sebuah musibah menjadi ringan karena ditanggung bersama dengan semangat kasih sayang yang kuat. Demikianlah indahnya sebuah keluarga.

Namun sebuah kasus kehilangan bisa berubah menjadi musibah yang menghancurkan keluarga bila anggota rumah saling menyalahkan, saling menghujat, mencari kambing hitam, dan
saling lempar tanggung jawab.

Sama sebuah kata SALAH, namun SALAH KU atau SALAHMU sudah membuat perbedaan langit dan bumi.

Semoga bermanfaat




Telaga Hati

ardios | 12:11:00 AM | | Be the first to comment!
Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan,

"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua

"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,

"Bagaimana rasanya ?"

"Segar", sahut si pemuda.

"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua

"Tidak, " sahut pemuda itu

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:

"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.

Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan;

Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:

"Hatimu adalah wadah itu; Perasaanmu adalah tempat itu; Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.

Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.

Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang?

Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik

Semoga bermanfaat