Standar Ganda Dunia Terhadap Umat Muslim

ardios | 12:35:00 AM | | Be the first to comment!
Turki kembali diserang teror, dunia membisu.

Tak ada kata dari mereka yang biasanya meneriakkan HAM.

Tidak ada keprihatinan.

Sosmed pun sepi dari 'pray-pray'-an.

Sebab TKP berada di negara muslim.
Korbannya juga ummat muslim.

Jadi semua negara non-muslim diam tak bersuara.

Berbeda jauh bila teror itu terjadi di wilayah non-muslim dan korbannya orang-orang kafir, pati banyak terjadi festivalisasi.

Begitulah watak mereka, sesuai dengan firman Allah yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. 3:118).

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: ‘Kami beriman.’; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kamu karena kemarahanmu itu.’ Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS. 3:119).

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. 3:120)

#IndonesiaPrayForTurkey

[Fb Dewan Pimpinan Pusat Militan Keadilan]




Astaghfirullah... Seorang Pemuda Selama 17 Tahun Tinggal Didalam Kuburan

ardios | 11:07:00 PM | Be the first to comment!
Pernahkah Anda mengetahui kisah ini..??

Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan..??

Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan..??
Tidak..!!
Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri..!

Bagaimana kisahnya..??

Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada (kaya).

Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang berlimpah.
Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna.
Namun orang hanya bisa menilai apa yang tampak.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang ini-lah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan, dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!

Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan.
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.

Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17.
Orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sang pemuda berpikir, ini-lah saatnya dia akan mengajukan permintaannya.
Ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya..??

Hari itu pun tiba.
Sang pemuda berulang tahun yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.

Sang pemuda menjawab:
“Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.” Kata pemuda itu.

“Apa itu, Nak..? katakan-lah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaan-mu.” Jawab orang tuanya.

“Ayah dan Ibu berjanji..?” Kata sang pemuda dengan berharap.

“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaan-mu, selama kami mampu.” Kata sang Ayah.

“Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan.” Kata pemuda itu.

“Apa? Apa maksud permintaan-mu itu, Nak..?” Kata orang tuanya keheranan..

“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaan-ku, dan hanya itu permohonan-ku, Yah.” Kata sang pemuda itu.

“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.” Kata sang Ayah masih diliputi keheranan..

“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak sehari-pun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Qur’an. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah..” Jawab pemuda itu dengan penuh harap..

Ayah dan Ibu sang pemuda itu terdiam.

“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajari-ku bagaimana membaca Al-Qur’an. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai Istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaan-ku, tolong Yah.. Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Ajari-lah aku membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur’an..” Pinta sang pemuda itu..

Renungkan-lah cerita diatas tadi..!
Di manakah kita selama ini makan, minum, tidur dan menetap?
Di rumahkah..??
Di kos-an kah..??
Di kontra-kan kah..??
Atau kah di kuburan..??
Karena di tempat yang kita tempati tidak pernah sekali-pun mendirikan sholat & membaca Al-Qur’an..??

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya & tidak di dirikan sholat di dalam nya, seperti kuburan (Hr Muslim )

Jadi, di manakah sebenarnya kita tinggal saat ini…..??

Wallahu a'lam……………..

~Semoga Bermanfaat~




Kenali Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

ardios | 8:58:00 AM | Be the first to comment!
Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat muslim semakin gencar untuk beribadah.

Terang saja, di malam sepuluh terakhir ini, ada momen yang sangat dinanti-nanti oleh para umat muslim, yakni Malam Lailatul Qadar.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya, Ahmad Fathoni mengatakan Malam Lailatul Qadar merupakam malam yang sangat spesial di Bulan Ramadhan ini.

"Dalam Al-Qur'an dijelaskan kalau Malam Lailatul Qadar lebih baik dari malam seribu malam. Pada malam itu Allah menurunkan para malaikatnya dengan seizin Allah SWT untuk memperbaiki permasalahan manusia," katanya kepada TribunnewsBogor.com (Tribunnews.com Network).

Lanjutnya, pada malam itu, malaikat itu diizinkan oleh Allah SWT untuk datang kepada manusia yang sedang beribadah.

Menurut, sebagian ulama mereka itu diusap oleh malaikat untuk dikabulkan doa-doanya.

Jaminan Allah SWT bagi orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar ini sangat luar biasa.

Orang yang beribadah pada malam itu diibaratkan seperti beribadah selama seribu bulan, atau sama dengan 82 tahun.

Namun, Allah SWT merahasiakan kapan turunnya malam Lailatul Qadar itu.

Ada ciri-ciri yang bisa dirasakan saat malam Lailatul Qadar turun.

"Dari keterangan Imam Gazali, para ulama mengatakan saat itu (malam Lailatul Qadar) cuacanya sangat menenangkan dan membuat nyaman, anginnya sepoi tak besar tak kecil. Pada malam itu juga seseorang yang merasakan malam Lailatul Qadar itu hatinya diberikan ketenangan, kenyamanan manakala mereka merasa dekat dengan Allah SWT," ujarnya.

Biasanya, menurut keterangan ulama Malam Lailatul Qadar turun pada malam ganjil di akhir Ramadhan.

Untuk itu, tak aneh bila masjid-masjid dipenuhi orang yang beriktikaf.

"Para umat muslim yang iktikaf di masjid dengan beribadah, seperti salat wajib dan sunnah, zikir, tadarus dan lainnya. Kalau dia sudah masuk ke masjid dan niatnya karena Allah taala, insya Allah semua yang dilakukan di masjid adalah ibadah," kata Ahmad. (*) [tribunnews]




Cara Mandi Rasulullah SAW...

ardios | 7:07:00 AM | | Be the first to comment!
Sangat Bermanfaat Untuk Kesehatan Kita

Yang diajarkan oleh Baginda SAW......

1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki.
2. Segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 saat.

●Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

●Hikmahnya:
Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air sejuk. Apa yang terjadi? Gelas akan retak !!!

●Jika pada tubuh kita ...maka apa yang terjadi ?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu sejuk, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap atau boleh jd penyebab kematian dikarenakan pecahnya pembuluh darah.

●Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering masuk angin dikarenakan cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain dikarenakan cara mandi yang salah.

●Cara mandi ini baik bagi semua tingkatan umur terutama yang sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah. Insya Allah..

{ Silahkan dishare ilmu untuk kemashlahatan bersama ganjarannya akan ttp mengalir walau kita sudah berada di Alam Barzah }




Kalau Polisi Marah Ditanya Surat Tugas Razia, Warga Harus Apa?? Bantu Share

ardios | 4:14:00 PM | Be the first to comment!
Dalam peraturan perundang-undangan sudah sangat jelas menyebut setiap tindakan razia wajib memasang pelang sekurang-kurangnya 100 meter dari lokasi petugas terdepan berjaga. Mirisnya, tak hanya melanggar, tiga polisi lalu lintas malah memukul pengendara yang ingin memastikan legalitas razia tersebut.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser menilai, tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Mengingat tugas dari Polisi adalah menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, bukan malah sebaliknya.

Menurut Nasser, kasus di atas seharusnya memberikan cukup alasan atasan ketiga polisi tersebut memberikan sanksi tegas. Jika ketiga polisi tersebut tidak diberi sanksi, maka citra Bhayangkara di mata masyarakat akan makin menurun.

"Polisi adalah teman masyarakat, kalau ada seperti ini tidak benar. Untuk itu harus ditindak keras enggak bisa dibiarkan dan penting. Karena kalau ada buah apel yang busuk itu dalam satu keranjang itu hanya tinggal menunggu waktu apel yang lain busuk. Maka sanksi hukuman harus jelas dan tegas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/5) malam.

Nasser menambahkan, tiga anggota kepolisian tersebut telah mencederai usaha dari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam memperbaiki citra petugas berseragam cokelat tersebut di hadapan masyarakat. Sebagai penegak hukum, seharusnya mereka melakukan tindakan sesuai dengan prosedur standar yang ada, bukan malah melanggar aturan tersebut.

"Tindakan ketiga anggota kepolisian itu sebetulnya, menurut saya tidak benar karena sangat mengganggu upaya pimpinan Polri untuk memperbaiki citra dalam rangka mendapat kepercayaan
publik, dan itu tidak bagus serta tidak sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur)," jelas Nasser.

"Polisi harus menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Bahkan kalau ada masyarakat memiliki problem diberikan semacam pertolongan bukan dengan memarahinya, kalau benar dipukul maka sangat keterlaluan," sambungnya.

Di sisi lain, Nasser berharap masyarakat turut ambil bagian dalam perbaikan citra kepolisian. Untuk itu dia meminta agar jika ada tindakan serupa kembali terjadi untuk segera mencatat nama petugas tersebut.

Bahkan jika memang memungkinkan untuk tak segan-segan memfotonya. Tapi data tersebut bukannya dimasukan ke media sosial, melainkan dilaporkan kepada pihak yang lebih berwenang.

"Masyarakat apa yang harus lakukan, jika polisi yang seharusnya menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tidak memberikan seperti itu? Masyarakat enggak usah takut, difoto orangnya lalu dibawa ke kantor polisi. Misalnya yang tiga orang tadi di Ciputat, tidak perlu harus dibawa (laporannya) ke Ciputat, Tangerang, cukup dibawa ke Polsek terdekat dilaporkan. Sangat penting itu," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, kejadian pemukulan pengendara oleh tiga orang polisi tersebut dialami Wisnuhandy Widyoastono. Lewat akun Facebook miliknya, Selasa (17/5), Wisnu mengaku dipukuli tiga anggota kepolisian. Aksi kekerasan itu berlangsung saat dia menanyakan surat tugas mereka.

Bukannya dipenuhi, beberapa petugas malah memarahinya hingga membuat Wisnu beberapa kali menjelaskan alasannya menanyakan surat tugas tersebut. Tanpa diduga, salah satu polisi langsung memukul kepalanya, kemudian diikuti dua rekan lainnya.

Mirisnya, komandan yang berada di depan korban hanya berdiam diri. Tak ada upaya untuk mengatasi aksi anak buahnya, ketika korban terpojok barulah atasan ketiga polisi tersebut memisahkan mereka. [pos-metro]