Sembilan Amalan Menggoda di 10 Hari Terakhir Ramadhan

ardios | 12:50:00 AM | | | Be the first to comment!
Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan merupakan masa-masa emas untuk mendulang pahala dan ampunan Allah SWT. Selain itu terdapat banyak keistimewaan luar biasa yang Allah Ta'ala berikan kepada hamba-Nya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Salah satunya adalah adanya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang kita kenal dengan malam Lailatul Qadar. Pada malam Lailatul Qadar, satu amalan shalih yang dilakukan, lebih baik nilai dan pahalanya di sisi Allah Ta'ala daripada amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan.

Sembilan Amalan Menggoda di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Akan tetapi untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Namun ada sembilan amalan menggoda yang bisa kita lakukan di 10 hari terakhir Ramadhan. Sehingga dengan melakukannya diharapkan bisa menggapai ampunan Allah SWT dan meraih malam lailatul Qadar. Lantas apa saja sembilan amalan menggoda tersebut ?

1. Menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid
Amalan pertama yang bisa kita lakukan di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah dengan menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid. Sebagimana Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa berwudhu dengan sempurna untuk melaksanakan shalat, kemudian ia berjalan kaki menuju shalat wajib, sehingga ia melaksanakan shalat wajib tersebut bersama masyarakat, atau berjama’ah, atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim no. 232)

Akan tetapi sebaiknya, hal ini tidak hanya dilakukan selama bulan Ramadhan saja namun juga dalam hari-hari lainnya. Sebab ada banyak keutamaan yang bisa kita peroleh bila melakukan shalat berjamaah dimasjid.

2. Melaksanakan puasa ramadhan
Amalan kedua yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan puasa ramadhan. Hal ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman di bulan Ramadhan. Selain itu setiap amalan yang kita lakukan di bulan ramadhan tanpa diiringi dengan puasa, tentu tidaklah sempurna.

Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

3. Melaksanakan shalat tarawih dan witir
Shalat tarawih merupakan shalat yang hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan. Sehingga sudah seharusnya seorang muslim melakukan shalat tarawih dan witir di bulan Ramadhan sebagai pelengkap ibadah puasanya.  Bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa siapa saja yang melakukan shalat tarawih dan witir, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Sebagaimana disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat malam Ramadhan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

4. Melakukan shalat tarawih daN witir berjamaah di masjid hingga selesai bersama imam
Sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk melaksanakan shalat tarawih dan witir secara berjamaah di masjid hingga selesai dan salam bersama imam. Sehingga bila selama ini kita terbiasa untuk melaksanakn shalat tarawih dan witir dirumah, maka hendaknya merubah kebiasaan tersebut.

Sebagaimana disebutkan dari Abu Dzar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang melakukan shalat (tarawih dan witir) bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud no. 1375, Tirmidzi no. 806, An-Nasai no. 1364)

5. Bersungguh-sungguh mengisi waktu malam dan siang dengan memperbanyak ibadah
Dibulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdoa, berdzikir, istighfar dan melakukan amal kebaikan lainnya baik di waktu siang maupun malam.

Sebagimana diriwayatkan oleh Aisyah Ra bahwa, "Kebiasaan Rasulullah SAW jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

6. Memperbanyak sedekah dan infak
Selain itu, dibulan Ramadhan juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan infak. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sebaik-baiknya sedekah adalah yang dilakukan di bulan Ramadhan.

“Dari Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan saat beliau paling dermawana adalah di bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril senantiasa menemui beliau pada setiap malam dalam bulan Ramadhan untuk saling mempelajari al-Qur’an. Pada saat itu Rasulullah lebih dermawan dalam melakukan amal kebajikan melebihi (cepat dan luasnya) hembusan angin.” (HR. Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308)

7. Melakukan I'tikaf
Pada bulan Ramadhan, disunnahkan untuk melakukan i'tikaf selama sepuluh hari terakhir bagi orang-orang yang memiliki kemampuan dan tidak memiliki halangan. Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah Ra bahwa, "Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian para istri beliau melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

8. Ribath dan jiihad di jalan Allah Ta'ala
Bulan Ramadhan merupakan bulan ribath dan jihad. Sebab banyak peperangan besar dalam sejarah Islam terjadi dibulan suci Ramadahan. Namun dimasa kini berjihad bukan berarti harus ikut serta dalam peperangan. Banyak cara lain yang juga termasuk dalam kategori jihad. Misalnya mencari nafkah untuk keluarga.

Sebuah riwayat hadits dari Abu Sa'id al-Khudri ra disebutkan bahwa, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah (yaitu dalam kondisi berjihad) niscaya Allah akan menjauhkan wajahnya [yaitu dirinya] dari neraka sejauh 70 musim gugur (yaitu 70 tahun).” (HR. Bukhari 2840 dan Muslim no. 1153)

9. Umrah di bulan Ramadhan
Salah satu amalan yang dianjurkan dibulan Ramadhan adalah melaksanakan umrah. Sehingga bagi orang-orang yang memiliki kemampuan baik dari segi finansial dan fisik, alangkah lebih baik bila melakukan umrah di bulan Ramadhan.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Jika datang bulan Ramadhan, maka lakukanlah olehmu umrah, sebab umrah pada bulan tersebut setara (pahalanya) dengan (pahala) haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256)

Kemudian beliau juga bersabda bahwa, “Sesungguhnya (pahala) umrah di bulan suci Ramadhan itu setara dengan pahala haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863 dan Muslim no. 1256)
[http://palingyunik.blogspot.co.id/2016/06/sembilan-amalan-menggoda-di-10-hari.html]




Alasan Waktu Imsak Ditetapkan 10 Menit Sebelum Subuh

ardios | 12:07:00 AM | | | | Be the first to comment!
Indonesia menggunakan waktu imsak sebagai peringatan agar Muslim memulai puasa. Tetapi, waktu tersebut bukan mengubah syariah yang menetapkan puasa baru dimulai ketika waktu subuh tiba.

Kementerian Agama menetapkan menggunakan waktu imsak 10 menit sebelum subuh. Ketetapan ini didasarkan pada kesepakatan yang dicapai dalam Rapat Tim Hisab dan Rukyat pada Rabu kemarin.

Rapat ini juga melibatkan sejumlah pihak seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al Irsyad Al Islamiyyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Universitas Islam Negeri (UIN), Bosscha ITB, Mahkamah Agung, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, serta Pakar Hisab RUkyat Perorangan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Muhammad Thambrin menjelaskan imsak dalam bahasa Arab berarti menahan. Sementara terkait dengan ibadah puasa, waktu imsak digunakan sebagai batasan dimulainya puasa.

Thambrin mengatakan para ulama sepakat puasa dimulai tepat dengan munculnya fajar shadiq, atau waktu subuh. Tetapi, Indonesia menggunakan batasan imsak sebagai waktu cegahan yang mengingatkan Muslim untuk menahan diri meski terdapat kalangan ulama yang membolehkan makan di waktu syak sebelum subuh.

Thambrin mendasarkan hal ini pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Qatadah.

"Dari Qatadah, dari Anas bahwa Nabiyullah SAW dan Zaid bin Tsabut bersantap sahur. Setelah rampung dari santap sahur mereka, Nabi SAW berdiri untuk salat, kemudian beliau salat. Kami bertanya kepada Anas, 'Berapa lama antara rampungnya mereka dari santap sahur dan masuknya mereka ke dalam salat?' Ia berkata, 'Kira-kira sepanjang seseorang membaca 50 ayat'."

Dari hadits tersebut, Tim Hisab dan Rukyat menyepakati jarak waktu selesainya santap sahur Nabi SAW hingga masuk waktu salah adalah bacaan 50 ayat, dengan durasi waktu 10 menit. Waktu tersebut kemudian banyak dikenal dengan sebutan Waktu Imsak.

Meski begitu, kata Thambrin, Waktu Imsak bukan dimaksudkan untuk mengubah waktu puasa menjadi lebih maju dari batas yang ditetapkan syariat. Waktu ini hanya sebagai ikhtiar melestarikan sunah sekaligus tanda peringatan agar para Muslim tidak melanggar batas larangan.

"Kesepakatan ini juga didasarkan pada pandangan tentang ihtiyathi atau kehati-hatian dan mahzuri atau siaga," kata Thambrin.

Sumber: kemenag.go.id

[http://www.dream.co.id/news/ini-dasar-imsak-ditetapkan-10-menit-sebelum-subuh-1606243.html]




Sudah Masuk Waktu Subuh Tapi Belum Mandi Usai Junub, Bagaimana Hukum Puasanya?

ardios | 3:55:00 AM | | | Be the first to comment!

Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, kesempatan suami istri “bercinta” sepanjang bulan Ramadhan hanya ada di malam hari. Ketika fajar tiba, puasa dimulai. Artinya sejak saat itu ia tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh berhubungan, dan tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.

Ada kalanya pasangan suami istri “bercinta” di malam Ramadhan, namun karena dingin, mereka berdua tidak langsung mandi junub. Tapi menundanya hingga mau menjalankan shalat Subuh.

Pada kasus lain, pasangan suami istri “bercinta” menjelang fajar. Sehingga hal serupa terjadi; mereka memasuki waktu Subuh dalam kondisi belum mandi junub. Apakah puasanya sah?

Alhamdulillah, kita mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini dari hadits Rasulullah. Beliau pernah memasuki waktu Subuh dalam kondisi junub.

أَخْبَرَ مَرْوَانَ أَنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتَاهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Marwan mengabarkan bahwa sesungguhnya Aisyah dan Ummu Salamah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati waktu fajar (adzan Subuh) dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya, maka beliau mandi dan tetap berpuasa. (HR. Al Bukhari)

Dalam riwayat Muslim, Aisyah dan Ummu Salamah menjawab dengan redaksi agak berbeda:

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ ثُمَّ يَصُومُ
 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk waktu Subuh dalam kondisi junub bukan karena mimpi, kemudian beliau tetap berpuasa (HR. Muslim)

Dari dua hadits ini dan hadits-hadits lainnya, para ulama menyimpulkan bahwa seseorang yang masuk waktu Subuh (mendapati fajar) dalam kondisi masih junub, puasanya tetap sah. ““Jika seseorang berhubungan dengan istrinya sebelum Subuh dan ketika masuk waktu Subuh, ia masih dalam kondisi junub, maka ia masih boleh melakukan puasa,” terang Imam Nawawi.

Sebagai catatan, ketika suami istri menunda mandi junub, ia disunnahkan untuk berwudhu sebelum tidur. Jika tidak, ada ancaman untuk orang yang langsung tidur setelah “bercinta” tanpa wudhu terlebih dahulu.

Kedua, ketika mengetahui telah masuk fajar, atau mendengar adzan Subuh dan masih dalam kondisi junub, hendaklah segera mandi junub agar tidak ketinggalan shalat Subuh berjamaah. Hal ini terutama untuk laki-laki.

Wallahu a’lam bish shawab.

sumber: bersamadakwah




Ini Hukumnya Saat Suami Mencium Istri di Saat Puasa Ramadhan, Apa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

ardios | 2:29:00 AM | | | Be the first to comment!
Tahukah kamu apa hukumnya jika suami mencium istri saat sedang berpuasa di bulan ramadhan ? Apakah mencium istri di siang hari dapat membatalkan puasa ?

Untuk mengetahui lebih lanjut kamu bisa menyimak artikel ini. Mari kita simak hadits berikut ini:

عمر بن الخطاب قال: هششت يوماً فقبلت وأنا صائم فأتيت النبي صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم فقلت: صنعت اليوم أمراً عظيماً، فقبلت وأنا صائم فقال رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم: أرأيت لو تمضمضت بماء وأنت صائم؟ قلت: لا بأس بذلك، فقال رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم: ففيم


Dari Umar bin Al-Khatab ra berkata, “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi Nabi Saw dan bertanya, “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.”

Rasulullah Saw menjawab, “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?” Aku menjawab, “Tidak membatalkan puasa.” Rasulullah Saw menjawab, “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Mencium tidak membatalkan puasa, tetapi jangan sampai melanjut hingga hubungan badan. Karena jika melakukan hubungan badan di siang hari saat berpuasa ramadhan, maka perbuatan itu dianggap dosa yang cukup berat.

Abu Syuja’ rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang melakukan hubungan badan di siang hari Ramadhan secara sengaja di kemaluan, maka ia punya kewajiban menunaikan qadha’ dan kafarah,” seperti dilansir tribunnews.com

Kafarah yang harus ditunaikan berupa memerdekakan 1 orang budak beriman. Jika tidak bisa dapat melakukannya, maka berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu lagi maka harus memberi makan 60 orang miskin sebesar 1 mud.

Namun, lain hukumnya jika orang yang melakukan hubungan badan tersebut dalam keadaan lupa, maka tidak akan bebatalkan puasa dan tidak wajib membayar kafaroh.\

[http://beritaupdate.xyz/]




Tips Kelola Emosi Saat Puasa Ramadan

ardios | 7:12:00 PM | | | | Be the first to comment!

Puasa sejatinya bukan hanya menahan haus dan lapar, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu atau emosi.

Emosi yang secara signifikan bisa berubah sewaktu-waktu perlu dikelola dengan baik agar puasa tak menjadi sia-sia.

Melansir laman Psyschology Today, James Gross, psikolog dari University of California, Berkeley, melakukan studi tentang emosi pada 2011. Berdasarkan studi tersebut Gross menyarankan model pengelolaan emosi secara bertahap sebagai berikut:

1. Sadar situasi


Memilih untuk menghindari situasi yang bisa memicu amarah adalah salah satu langkah tepat mengelola emosi. Misalnya Anda berangkat 10 menit lebih awal demi menghindari terpancingnya emosi karena kondisi jalanan macet.

2. Alihkan emosi

Saat berada dalam diskusi atau debat pekerjaan yang memanas, jangan terburu-buru menaikkan emosi. Belajar dan biasakan diri untuk tetap tenang akan membantu Anda mengelola emosi dengan baik. Caranya dengan membayangkan suatu hal yang bisa membuat tenang dan senang. Ketika pikiran sudah stabil, Anda bisa membantu situasi yang memanas jadi lebih damai.

3. Ubah pola pikir

Emosi biasanya memuncak ketika kita selalu memikirkan hal negatif dan mengabaikan kebahagiaan. Kecemasan, kegagalan, dan rasa pesimis bisa memicu tingkat emosi Anda. Untuk menghindarinya, coba buat beberapa pilihan sebelum bertindak. Antisipasi akan membuahkan hasil yang baik bagi diri Anda.

4. Ubah respons

Saat emosi menghampiri pikiran, langkah terakhir yang bisa dilakukan untuk mengendalikannya adalah dengan mengubah respons atau reaksi. Tenangkan diri dengan ambil napas dalam-dalam sambil menutup mata sejenak. Cara ini ampuh untuk mengumpulkan daya batin positif.

Referensi : http://ramadan.liputan6.com/read/2533413/tips-kelola-emosi-saat-puasa-ramadan




Amalan Sunah Bulan Puasa Ramadhan Yang Dicontohkan Rasul SAW

ardios | 1:28:00 AM | | | | Be the first to comment!
Bulan Ramadhan bagi umat muslim seluruh dunia merupakan bulan penuh berkah, hikmah dan ampunan, karena berbagai amal perbuatan dapat menjadi pahala yang berkali lipat. Bahkan pada posting sebelumnya telah diceritakan bagaimana tidurnya orang yang berpuasa dibulan Ramadhan adalah pahala.



Maka dari itu, merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umur seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, selagi kita masih bertemu bulan Ramadhan bulan seribu bulan ini, sangat beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengejar pahala.

Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umat amalan sunah-sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Jadi apalagi yang kita tunggu? Berikut ini beberapa sunah ibadah sesuai sunnah Rasul SAW.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan puasa ramadhan sesuai sunnah rasul saw:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ – رواه الشيخان

“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Melaksanakan Makan Sahur

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُرِ بَرَكَةٌ – الشيخان –

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Ayat Al-Qur’an diturunkan pertamakali pada bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain.

Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buatlah target untuk diri anda sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini bisa juga dijadikan program unggulan bersama keluarga.

4. Memberikan Makanan Berbuka Puasa (Ith’amu ath-tha’am)

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ – صحيح النسائى و الترمذى

“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)

Amal ibadah mulia ini dapat Anda manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah Anda. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.

5. Berdakwah

Jangan sia-siakan momen Ramadhan kali ini. Sepanjang bulan Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah karena pastinya suasana Ramadhan sudah sangat terasa dimana-mana dan tiap orang siap menerima nasihat.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (TQS. Al-Imran[3] : 104)

Namun pastikan jika Anda memberi nasihat haruslah ada dalilnya. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.”

6. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Dan yang paling penting diingat ialah shalat tarawain dapat dilakukan dirumah sekalipun.

Rasulullah saw pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. *Baca Juga: Etika Shalat Tarawih & Witir

7. I’tikaf

Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

ayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

8. Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

9. Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya berlipat-lipat. Rasulullah SAW. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Bertaubat

Selama bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi seluruh hambanya. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

11. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Itulah beberapa amalan ibadah mulia yang diajarkan oleh Nabi besar kita Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Semoga kita dapat mengerjakan semua amalan ibadah tersebut dengan niat ikhlas dan mengharap ridho HANYA dari Allah SWT. Amiin.

Referensi : http://blog.lazada.co.id/10-amal-ibadah-pada-bulan-puasa-ramadhan-sesuai-sunnah-rasul-saw/




10 Manfaat & Dampak Puasa Pada Tubuh Secara Ilmiah

ardios | 11:19:00 PM | | | | Be the first to comment!

Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita. Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa Ramadhan, kita juga perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami.

1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah

Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya,  berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah.

2. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

3. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif

Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.

Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “REMARKABLE.”

4. Performa Seksual Meningkat Pesat

Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH) membuktikan, bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testosteron dan performa seksual justru meningkat pesat.

5. Mengurangi Kegemukan

Secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan, Endapan makanan inilah yang bila kelebihan akan menjadi lemak diperut. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.

6. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental

Otak kita didalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

7. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat

Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: Ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik.

8. Sehat Bagi Ginjal

Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa.

9. Pencegah Diabetes & kelebihan Nutrisi Lainnya

Obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah akibat dari tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah dan kolesterol. Dengan berpuasa konsumsi gula dan makanan berlemak dapat lebih terkontrol dan dikurangi yang akan berdampak baik bagi kembalinya keseimbangan kadar gula dan kolesterol tersebut.

10. Penawar Sakit Sendi/Encok

Berpuasa dengan teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan membuat sakit encok lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menemukan adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi — penyebab encok.

Referensi : http://blog.lazada.co.id/10-manfaat-dampak-ilmiah-puasa-pada-kesehatan-tubuh/




10 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa

ardios | 12:41:00 AM | | | | | Be the first to comment!
Pada bulan puasa ini, bau mulut merupakan salah satu masalah yang perlu  disiasati. Betapa nikmatnya bila kita dapat berpuasa sekaligus terbebas dari bau tidak sedap mulut kita. Berikut cara-cara efektif agar terhindar dari bau mulut saat bulan puasa, lengkap dengan faktor dan cara mengatasinya.


Faktor Timbulnya Bau Mulut Ketika Puasa 

  • Didalam mulut terdapat banyak bakteri yang dapat mengubah sisa-sisa makanan menjadi gas sulfur yang menyebabkan bau mulut.
  • Ketika tidak berpuasa makan, maka mulut akan memproduksi saliva, ketika berpuasa maka produksi saliva akan berkurang, akibatnya bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga akan muncul bau tidak sedap dimulut.
  • Penyebab bau mulut lainnya juga bisa terjadi karena datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag.
 Tips Mencegah Bau Mulut Saat Puasa
  1. Meminum air putih 8-10 gelas ketika sahur dan berbuka, dapat membantu cegah bau mulut disiang hari. Karena air putih akan meningkatkan produksi saliva (air liur), sehingga mulut terjaga kebersihannya.
  2. Menggosok gigi dengan sempurna dan menggosok lidah, juga dapat mengurangi bau mulut saat puasa. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut dari partikel makanan yang membusuk dan menyebabkan bau tidak sedap.
  3. Meminum teh hijau tanpa gula saat sahur dan berbuka akan mencegah bau mulut. teh hijau memiliki zat polyphenol yang berguna untuk membersihkan bakteri pada mulut dan saluran pernafasan, meminum teh hijau juga baik untuk perokok karena akan mengurangi peradangan pada rongga dan gangguan pernafasan.
  4. Hindari makanan berbau kurang sedap seperti petai, jengkol atau durian.
  5. Kurangi merokok atau tidak samasekali merokok saat sahur dan berbuka. Tidak merokok juga berkonstribusi besar pada pengurangan bau mulut pada siang hari bulan puasa.
  6. Tidak mengkonsumsi makanan yang lengket seperti cokelat,es krim,biskuit,dan kue basah lainnya. Makanan lengket ini akan lebih sulit untuk dibersihkan, ditambah akan menempel pada gigi dalam waktu lama sehingga menyebabkan bau mulut.
  7. Gunakan obat kumur (mouthwash) untuk hasil mulut yang lebih bersih maksimal.
  8. Gunakan benang gigi (dental Floss) untuk membersihkan sela-sela gigi dari makanan busuk yang menyebabkan bau mulut.
  9. Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena hal ini akan memicu bau mulut yang tidak sedap.
  10. Bila telah melakukan cara-cara diatas bau mulut Anda masih juga belum berkurang. Maka konsultasikanlah ke dokter karena bau mulut juga bisa terjadi karena faktor dari dalam tubuh (maag), gangguan pernapasan, diabetes atau penyakit dalam lainnya.
Sumber : http://blog.lazada.co.id/10-cara-ampuh-cegah-bau-mulut-saat-puasa/