DHARMASRAYA – Masjid Agung Dharmasraya yang merupakan salah satu Ikon di Kabupaten Dharmasraya diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujiono, Jum’at, (06/01/23). Masjid ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya, yang akan menjadi sebuah wisata religi dan sebagai pusat pendidikan tempat menanamkan nilai-nilai ketaqwaan dan penyebaran syiar Islam. Serta sebagai untuk membangun ekonomi kesejahteraan umat.
Masjid Agung Dharmasraya Diresmikan, Menteri PUPR Minta Agar Dipelihara Dengan Baik
DHARMASRAYA – Masjid Agung Dharmasraya yang merupakan salah satu Ikon di Kabupaten Dharmasraya diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujiono, Jum’at, (06/01/23). Masjid ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya, yang akan menjadi sebuah wisata religi dan sebagai pusat pendidikan tempat menanamkan nilai-nilai ketaqwaan dan penyebaran syiar Islam. Serta sebagai untuk membangun ekonomi kesejahteraan umat.
Sutan Riska Terima Penghargaan Bupati Pendukung Gerakan Zakat Sumbar
Padang, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan terima penghargaan sebagai Bupati Pendukung Gerakan Zakat Sumbar, pada malam Anugerah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Award Tahun 2022, Padang, Rabu (28/12) malam.
Kisah Tsa'labah Menjadi Pelajaran bagi Umat Islam
Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari adalah contoh orang yang gagal menjaga sikap istiqamahnya. Dia membuat Allah geram atas sifat kikirnya. Empat ayat diturunkan Allah untuk mengingatkannya dan mengingatkan umat Muslim lainnya di seluruh penjuru dunia.
Suatu hari Tsa'labah dikisahkan datang menghadap Rasulullah. Tanpa basa-basi dia minta Rasulullah untuk memohon kepada Allah supaya dia dianugerahi rezeki. Namun, Rasulullah menolak permintaan tersebut.
Meskipun demikian, Tsa'labah tidak bosan-bosannya mendesak Rasulullah untuk memenuhi maunya. Doakanlah kepada Allah agar Dia memberiku harta kekayaan, pinta Tsa'labah.
Meski kerap ditolak, Tsa'labah memohon sekali lagi. Namun, kali ini pun Rasulullah menolak kembali. A"pakah kamu tidak senang menjadi manusia seperti Nabi Allah? Demi Zat yang men-guasai diriku, andaikan aku ingin agar gunung itu berjalan di sampingku sebagai emas dan perak, niscaya ia melakukannya," tutur Rasulullah.
Untuk meluruhkan hati Rasulullah, Tsa'labah kemudian mengucapkan sumpahnya. "Demi Zat yang telah mengutusmu dengan hak. Jika engkau memohon kepada Allah, lalu Dia memberiku harta kekayaan, niscaya aku akan memberikan hak kepada setiap orang yang berhak menerimanya,"ujarnya.
Rasullulah memegang janji Tsa'labah. Dia akhirnya mengamini keinginan Tsa'labah dan berdoa untuk Tsa'labah agar Allah memberikannya rezeki dan memberkahinya. "Ya Allah, anugerahkanlah harta kekayaan kepada Tsa'labah, ujar Nabi.
Allah memenuhi doa Rasulullah, sehingga akhirnya Tsa'labah mendapatkan seekor unta dan domba.Tsa'labah sangat senang. Setiap hari dia berusaha menggemukkan ternaknya, membuat ternaknya bisa menghasilkan susu yang banyak untuk bisa dijual. Tsa'labah masih teguh bersikap istiqamah saat memenuhi panggilan jihad pada Perang Badar.
Seusai perang, dia kembali pada ternaknya. Dia menggembalakannya, menggemukkan yang kurus, dan membesarkan yang kecil. Harinya semakin sibuk seiring bertambahnya jumlah ternak yang dimilikinya. Mereka beranak pinak bak belatung hingga Madinah menjadi penuh sesak.
Akibatnya, dia dan ternaknya menyingkir dan tinggal di sebuah lembah dekat Madinah sehingga dia masih bisa shalat Zhuhur dan Ashar dengan berjamaah. Sedangkan, shalat lainnya dilakukannya sendirian.
Ternaknya terus bertambah dan dia menjadi sangat sibuk. Akhirnya, Tsa'labah mulai meninggalkan shalat Jumat. Dia hanya menemui orang-orang yang lewat padang gembalaannya untuk menuju shalat Jumat di Masjid Madinah dan hanya untuk menanyakan kabar.
Saat itu, Rasulullah menangkap ada hal yang aneh dari Tsa'la bah. Dia pun bertanya kepada dua pengendara unta yang ditemuinya. Apa yang dilakukan oleh Tsa'labah? Mereka menceritakan soal ternak Tsa'labah kepada Nabi. Rasul terkejut dan bersabda.
"Aduh celaka Tsa'labah, aduh celaka Tsa'labah, celaka Tsa'labah,"tuturnya.
Tsa'labah juga bersikap kikir. Dia menghindari kewajiban berzakat. "Ini hanyalah pajak, ini adalah semacam pajak. Aku tidak tahu, apa ini? Pergilah sehingga selesai tugasmu, nanti kembali lagi kepadaku," elak Tsa'labah kepada utusan Rasulullah.
Kabar ini sampai ke telinga Nabi dan membuatnya gusar. Maka, Allah kembali menurunkan firmannya dalam surah at-Taubah ayat 75-77 yang berisi sindiran kepada orang-orang yang sebelumnya berikrar akan menyedekahkan sebagian hartanya jika dikaruniai oleh Allah berupa kekayaan, tetapi setelah diberi kekayaan mereka justru menjadi kikir dan berpaling. Karena sikap seperti itu, Allah kemudian menanamkan kemunafikan pada hati mereka sampai tiba ajal sebab mereka telah memungkiri ikrar dan berdusta.
Ketika ayat itu disampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya, ada salah seorang kerabat Tsa'labah yang ikut mendengar dan kemudian menyampaikan hal itu kepada Tsa'labah yang menjadi kalang kabut.Dia pun pergi menemui Nabi dan memohon agar beliau mau menerima zakat darinya.
Namun, Nabi tak mau menerimanya. Sesungguhnya Allah melarangku untuk menerima zakatmu. Kemudian, Tsa'labah yang sangat menyesal melaburi kepalanya dengan tanah. Lalu, Rasulullah berkata kepadanya, Inilah amalanmu. Aku telah memerintahkan sesuatu kepadamu, tetapi engkau tidak mau mematuhiku.Hingga Rasulullah dan para khalifah tidak menerima sedikit pun zakatnya.
Demikianlah kisah-kisah keistiqamahan dalam Alquran. Sikap istiqamah membawa para pelakunya menjadi penghuni surga. Mereka kekal didalamnya dan menikmati ganjaran atas semua amal perbuatannya.Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah. kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) berdukacita.
Mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan. (QS al- Ahqaf: 13-14). Bersikaplah istiqamah, namun kalian tidak akan dapat menghitung nilai istiqamah. Ketahuilah, bahwa amalan kalian yang terbaik adalah shalat. Yang dapat memelihara wudhu hanyalah orang beriman. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Akibat Tidak Mau Menunaikan Zakat, Kita Perlu Waspada!
Suatu hari ada sekelompok Tabiin yang tidak menunaikan zakat. Mereka lalu mengunjungi seorang Tabiin lain yang bernama Abu Sinan. Namun belum juga sempat bertanya, Abu Sinan berkata, "Mari ikut denganku bertakziah kepada tetanggaku, dimana saudaranya telah meninggal dunia,".
Setelah itu, mereka segera beranjak ke rumah tetangga Abu Sinan itu. Setibanya di sana, mereka melihat seorang lelaki yang menangis mengeluhkan saudaranya yang telah meninggal dan dimakamkan itu.
Melihat keadaan tersebut, para Tabiin yang datang berusaha menghibur dan menasehatinya dengan berkata, "Wahai Tuan, tidakkah engkau tahu bahwa kematian merupakan sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari?”.
“Hal itu memang benar, tetapi aku menangisi saudaraku yang kini menghadapi siksa kubur!!” jawab lelaki itu.
Kemudian salah seorang Tabiin yang lain berkata, “Apakah Allah memperlihatkan kepadamu tentang berita ghaib itu?”
“Tidak, tetapi saat selesai memakamkannya dan orang-orang meninggalkan kuburnya, aku duduk sendirian meratakan tanah kuburan sambil mendoakannya. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam tanah : Arghh, mereka telah meninggalkanku sendirian menghadapi siksa ini. Padahal aku benar-benar telah berpuasa, dan aku juga benar-benar melaksanakan salat," jawab lelaki tersebut.
Lelaki itu lalu terdiam sesaat dan berusaha menahan isak tangisnya dan berkata lagi, “Mendengarperkataan tersebut, aku jadi menangis dan menggali lagi kuburannya untuk melihat apa yang sedang dihadapinya. Ternyata aku melihat api yang menyala-nyala di sana, dan terdapat sebuah kalung dari api yang melingkari lehernya. Sehingga rasa sayang dan kasihan tersebut, membuatku ingin mengurangi deritanya. Maka aku mengulurkan tangan untuk melepas kalung api itu, tetapi tangan dan jari-jemariku justru tersambar api sebelum sempat menyentuhnya….!!”
Setelah itu, ia menunjukkan tangannya yang terlihat menghitam akibat bekas terbakar. Lelaki itu menambahkan, “Aku segera menutup kembali kuburnya, dan terus menerus bersedih, menangis dan menyesali keadaan dirinya….!!”
Mendengar perkataan lelaki itu, sehingga para Tabiin bertanya, "Wahai Tuan, sebenarnya apa yang telah dilakukan saudaramu di dunia ini hingga mendapat siksa kubur seperti itu?”
"Dia tidak mengeluarkan zakat hartanya!!” ujar lelaki itu.
Kemudian Muhammad bin Yusuf al Qiryabi salah seorang dari para tabiin itu berkata, “Peristiwa itumembenarkan firman Allah SWT: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Ali Imran 180). Sedangkan saudaramu itu disegerakan siksanya di alam kubur hingga hari kiamat tiba….”
Tak lama setelah itu, para Tabiin berpamitan dan mereka mendatangi rumah Abu Dzaar Al Ghifari yang merupakan salah satu sahabat Nabi SAW. Mereka segera menuturkan kisah lelaki tetangga Abu Sinan itu, dan menutup ceritanya dengan pertanyaan, “Kami telah banyak melihat orang-orang Yahudi, Nashrani dan Majusi mati, tetapi kami tidak pernah mendengar cerita yang seperti ini!!”
Abu Dzarr berkata, “Mereka (kaum Yahudi, Nashrani dan Majusi) telah jelas tempatnya di neraka, adapun Allah SWT memperlihatkan keadaan orang-orang yang beriman (yang mengalami siksa) itu kepada kalian, agar kalian dapat mengambil ibarat (pelajaran).
Bukankah Allah SWT telah berfirman : Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara kamu. (QS al An’am 104).”
Kisah Tukang Kayu Menemani Mayat Konglomerat Dalam Kubur Selama 40 Hari
Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: “Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku.”
Mengharukan... Gara-gara Seorang Ibu 2 Orang Pemuda Masuk Pengadilan di Saudi Arabia
Di salah satu pengadilan Qasim, Saudi Arabia berdiri Hizanal Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya! Kenapa? Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan?? Bukan karena itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.
Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yang tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa. Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya.
Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan. Sidang demi sidang dilalui, hingga sang hakimpun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis. Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg.
Sang Hakim bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya.
Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!”
kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasarkan kemaslahatan bagi si ibu.
Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya. Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yang diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini. Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sangibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya.
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti kepada orang tua, dimana durhaka sudah menjadi budaya. [moslemsunnah]
Standar Ganda Dunia Terhadap Umat Muslim
Tak ada kata dari mereka yang biasanya meneriakkan HAM.
Tidak ada keprihatinan.
Sosmed pun sepi dari 'pray-pray'-an.
Sebab TKP berada di negara muslim.
Korbannya juga ummat muslim.
Jadi semua negara non-muslim diam tak bersuara.
Berbeda jauh bila teror itu terjadi di wilayah non-muslim dan korbannya orang-orang kafir, pati banyak terjadi festivalisasi.
Begitulah watak mereka, sesuai dengan firman Allah yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. 3:118).
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: ‘Kami beriman.’; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kamu karena kemarahanmu itu.’ Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS. 3:119).
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. 3:120)
#IndonesiaPrayForTurkey
[Fb Dewan Pimpinan Pusat Militan Keadilan]
Astaghfirullah... Seorang Pemuda Selama 17 Tahun Tinggal Didalam Kuburan
Kisah seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kuburan..??
Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan..??
Tidak..!!
Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dalam kuburan itu sendiri..!
Bagaimana kisahnya..??
Anda mungkin tidak akan mempercayai kisah ini, karena pemuda ini lahir dari keluarga berada (kaya).
Ayah dan Ibunya orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang berlimpah.
Dalam pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna.
Namun orang hanya bisa menilai apa yang tampak.
Orang-orang tidak tahu bahwa kedua orang tua terpandang ini-lah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan, dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!
Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan.
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.
Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17.
Orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.
Sang pemuda berpikir, ini-lah saatnya dia akan mengajukan permintaannya.
Ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya..??
Hari itu pun tiba.
Sang pemuda berulang tahun yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.
Sang pemuda menjawab:
“Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal.” Kata pemuda itu.
“Apa itu, Nak..? katakan-lah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaan-mu.” Jawab orang tuanya.
“Ayah dan Ibu berjanji..?” Kata sang pemuda dengan berharap.
“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaan-mu, selama kami mampu.” Kata sang Ayah.
“Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan.” Kata pemuda itu.
“Apa? Apa maksud permintaan-mu itu, Nak..?” Kata orang tuanya keheranan..
“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaan-ku, dan hanya itu permohonan-ku, Yah.” Kata sang pemuda itu.
“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.” Kata sang Ayah masih diliputi keheranan..
“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak sehari-pun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Qur’an. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah..” Jawab pemuda itu dengan penuh harap..
Ayah dan Ibu sang pemuda itu terdiam.
“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajari-ku bagaimana membaca Al-Qur’an. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai Istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaan-ku, tolong Yah.. Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.
Ajari-lah aku membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur’an..” Pinta sang pemuda itu..
Renungkan-lah cerita diatas tadi..!
Di manakah kita selama ini makan, minum, tidur dan menetap?
Di rumahkah..??
Di kos-an kah..??
Di kontra-kan kah..??
Atau kah di kuburan..??
Karena di tempat yang kita tempati tidak pernah sekali-pun mendirikan sholat & membaca Al-Qur’an..??
Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya & tidak di dirikan sholat di dalam nya, seperti kuburan (Hr Muslim )
Jadi, di manakah sebenarnya kita tinggal saat ini…..??
Wallahu a'lam……………..
~Semoga Bermanfaat~
Kenali Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Terang saja, di malam sepuluh terakhir ini, ada momen yang sangat dinanti-nanti oleh para umat muslim, yakni Malam Lailatul Qadar.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya, Ahmad Fathoni mengatakan Malam Lailatul Qadar merupakam malam yang sangat spesial di Bulan Ramadhan ini.
"Dalam Al-Qur'an dijelaskan kalau Malam Lailatul Qadar lebih baik dari malam seribu malam. Pada malam itu Allah menurunkan para malaikatnya dengan seizin Allah SWT untuk memperbaiki permasalahan manusia," katanya kepada TribunnewsBogor.com (Tribunnews.com Network).
Lanjutnya, pada malam itu, malaikat itu diizinkan oleh Allah SWT untuk datang kepada manusia yang sedang beribadah.
Menurut, sebagian ulama mereka itu diusap oleh malaikat untuk dikabulkan doa-doanya.
Jaminan Allah SWT bagi orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar ini sangat luar biasa.
Orang yang beribadah pada malam itu diibaratkan seperti beribadah selama seribu bulan, atau sama dengan 82 tahun.
Namun, Allah SWT merahasiakan kapan turunnya malam Lailatul Qadar itu.
Ada ciri-ciri yang bisa dirasakan saat malam Lailatul Qadar turun.
"Dari keterangan Imam Gazali, para ulama mengatakan saat itu (malam Lailatul Qadar) cuacanya sangat menenangkan dan membuat nyaman, anginnya sepoi tak besar tak kecil. Pada malam itu juga seseorang yang merasakan malam Lailatul Qadar itu hatinya diberikan ketenangan, kenyamanan manakala mereka merasa dekat dengan Allah SWT," ujarnya.
Biasanya, menurut keterangan ulama Malam Lailatul Qadar turun pada malam ganjil di akhir Ramadhan.
Untuk itu, tak aneh bila masjid-masjid dipenuhi orang yang beriktikaf.
"Para umat muslim yang iktikaf di masjid dengan beribadah, seperti salat wajib dan sunnah, zikir, tadarus dan lainnya. Kalau dia sudah masuk ke masjid dan niatnya karena Allah taala, insya Allah semua yang dilakukan di masjid adalah ibadah," kata Ahmad. (*) [tribunnews]
Cara Mandi Rasulullah SAW...
Yang diajarkan oleh Baginda SAW......
1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki.
2. Segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 saat.
●Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.
●Hikmahnya:
Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air sejuk. Apa yang terjadi? Gelas akan retak !!!
●Jika pada tubuh kita ...maka apa yang terjadi ?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu sejuk, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap atau boleh jd penyebab kematian dikarenakan pecahnya pembuluh darah.
●Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering masuk angin dikarenakan cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain dikarenakan cara mandi yang salah.
●Cara mandi ini baik bagi semua tingkatan umur terutama yang sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah. Insya Allah..
{ Silahkan dishare ilmu untuk kemashlahatan bersama ganjarannya akan ttp mengalir walau kita sudah berada di Alam Barzah }
Kalau Polisi Marah Ditanya Surat Tugas Razia, Warga Harus Apa?? Bantu Share
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser menilai, tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Mengingat tugas dari Polisi adalah menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, bukan malah sebaliknya.
Menurut Nasser, kasus di atas seharusnya memberikan cukup alasan atasan ketiga polisi tersebut memberikan sanksi tegas. Jika ketiga polisi tersebut tidak diberi sanksi, maka citra Bhayangkara di mata masyarakat akan makin menurun.
"Polisi adalah teman masyarakat, kalau ada seperti ini tidak benar. Untuk itu harus ditindak keras enggak bisa dibiarkan dan penting. Karena kalau ada buah apel yang busuk itu dalam satu keranjang itu hanya tinggal menunggu waktu apel yang lain busuk. Maka sanksi hukuman harus jelas dan tegas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/5) malam.
Nasser menambahkan, tiga anggota kepolisian tersebut telah mencederai usaha dari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam memperbaiki citra petugas berseragam cokelat tersebut di hadapan masyarakat. Sebagai penegak hukum, seharusnya mereka melakukan tindakan sesuai dengan prosedur standar yang ada, bukan malah melanggar aturan tersebut.
"Tindakan ketiga anggota kepolisian itu sebetulnya, menurut saya tidak benar karena sangat mengganggu upaya pimpinan Polri untuk memperbaiki citra dalam rangka mendapat kepercayaan
publik, dan itu tidak bagus serta tidak sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur)," jelas Nasser.
"Polisi harus menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Bahkan kalau ada masyarakat memiliki problem diberikan semacam pertolongan bukan dengan memarahinya, kalau benar dipukul maka sangat keterlaluan," sambungnya.
Di sisi lain, Nasser berharap masyarakat turut ambil bagian dalam perbaikan citra kepolisian. Untuk itu dia meminta agar jika ada tindakan serupa kembali terjadi untuk segera mencatat nama petugas tersebut.
Bahkan jika memang memungkinkan untuk tak segan-segan memfotonya. Tapi data tersebut bukannya dimasukan ke media sosial, melainkan dilaporkan kepada pihak yang lebih berwenang.
"Masyarakat apa yang harus lakukan, jika polisi yang seharusnya menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tidak memberikan seperti itu? Masyarakat enggak usah takut, difoto orangnya lalu dibawa ke kantor polisi. Misalnya yang tiga orang tadi di Ciputat, tidak perlu harus dibawa (laporannya) ke Ciputat, Tangerang, cukup dibawa ke Polsek terdekat dilaporkan. Sangat penting itu," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, kejadian pemukulan pengendara oleh tiga orang polisi tersebut dialami Wisnuhandy Widyoastono. Lewat akun Facebook miliknya, Selasa (17/5), Wisnu mengaku dipukuli tiga anggota kepolisian. Aksi kekerasan itu berlangsung saat dia menanyakan surat tugas mereka.
Bukannya dipenuhi, beberapa petugas malah memarahinya hingga membuat Wisnu beberapa kali menjelaskan alasannya menanyakan surat tugas tersebut. Tanpa diduga, salah satu polisi langsung memukul kepalanya, kemudian diikuti dua rekan lainnya.
Mirisnya, komandan yang berada di depan korban hanya berdiam diri. Tak ada upaya untuk mengatasi aksi anak buahnya, ketika korban terpojok barulah atasan ketiga polisi tersebut memisahkan mereka. [pos-metro]
SEBARKAN...!!! Buat Para Wanita, Jangan Julurkan Lidahmu Ketika Foto Selfie,Ini Penjelasannya...
Ada 3 alasan mengapa anjing menjulurkan lidahnya :
- Anjing tersebut kehausan
- Anjing tersebut kepanasan
- Serta yang ketiga, anjing tersebut sedang memberi sinyal bahwa ia minta dis3tubuhi sang pejantan (ini dilakukan oleh anjing betina).
Anda pernah lihat foto selfie teman wanitamu sembari menjulurkan lidahnya? ya mungkin saja anda pernah melihatnya.
Tahukah anda mengapa mereka menjulurkan lidahnya?
Mungkin saja mereka kehausan, kepanasan, atau....
Seekor anjing betina bakal berikan isyarat kepada pejantannya dengan mengulurkan lidahnya sinyal ia minta disetubuhi sang pejantan.
Oleh karenanya, apa bedanya? Mohon pada para gadis, terlebih yang berjilbab.. cermati photo selfimu.. janganlah menjulurkan lidahmu.. seperti photo diatas..
Janganlah ingin disamakan dengan anjing. Serta agar di ketahui, kebanyakan pria baik-baik melihat photo wanita yang menjulurkan lidah bakal sangatlah sangat risih.. seperti lihat seorang pelacur yang sedang mengg0da.
Lalu bagaimanakah hukumnya didalam Islam seseorang yang
mengikuti atau menyerupai tingkah laku binatang? terdapat banyak hadist yang melarang umat Islam mengikuti perilaku binatang saat shalat.
Larangan Turun Sujud Seperti Turunnya Onta.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, " Bila seorang dari anda sujud, jadi janganlah ia turun sujud seperti mendekamnya onta. Sebaiknya ia menempatkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya ".
Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda perihal seorang yang mirip kebiasaan satu kaum.
Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Barangsiapa menyerupai satu kaum, jadi dia termasuk juga golongan mereka. " (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)
Hadist yang pertama dengan sangatlah jelas bahwa seseorang muslim dilarang mengikuti tingkah laku binatang saat shalat, serta pada hadist yang kedua Rasulullaah SAW menyebutkan jika kita mengikuti atau meniru kebiasaan atau perilaku satu kaum jadi kita termasuk juga golongan atau sisi dari kaum itu.
Nah jika di antara kita ada yang ikuti atau mirip tingkah laku seekor anjing, jadi dapat disebutkan dia seperti atau sisi dari kaum hewan tersebut, merasa agak kasar memanglah.
Namun manusia yaitu makhluk yang diberikan akal serta fikiran oleh Allah SWT, apakah layak manusia ikuti atau mirip tingkah laku binatang? pasti sangatlah tak pantas jika manusia mengikuti tingkah laku binatang yg tidak berakal serta cuma memercayakan naluri serta hawa nafsunya saja.
Oleh karenanya sekali lagi, dimohon terutama kepada beberapa gadis, terlebih yang berjilbab.. perhatikan photo selfimu yang di media sosial, janganlah julurkan lidahmu.. hargai dirimu, janganlah samakan dirimu dengan anjing yang tengah meminta disetubuhi.
Silakan SHARE agar teman-teman wanitamu tak ada lagi yang photo selfi sambil menjulurkan lidahnya. Mudah-mudahan menjadi peringatan. [klikmanfaat.com]
Setelah Anak Bunuh Ibu, Di Painan: Suami Bantai Istri dan Bacok Mertuanya
Tidak hanya menggorok istrinya bernama Ari , pelaku yang bernama Dedi (25) tersebut juga menusuk mertua kandungnya, Upik (60). Korban Ari dilaporkan tewas. Sementara mertuanya, Upik, dilarikan ke RSUP M Djamil, Padang.
Peristiwa ini, terjadi siang. Kejadian bermula dari cekcok mulut di kediaman korban dan pelaku, yang beralamat di kawasan Cimpu Tarok, Surantih, Pesisir Selatan. Menurut Kapolsek Surantih Iptu Zulkifli, pihaknya masih belum mengetahui motif pembunuhan tersebut.
“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.30, saat pelaku baru pulang dari ladang. Sampai dirumah suami istri itu terlibat pertengkaran,” kata Kapolsek. Sumber wartawan menyebut, saat bertengkar itu, pelaku menggorok leher istrinya. Mertua pelaku, tidak terima dan akhirnya hendak melerai kejadian itu.
Naas, pelaku mengamuk membabi-buta hingga kemudian juga menusuk mertuanya.
[http://sumbarhebat.com/setelah-anak-bunuh-ibu-di-painan-suami-bantai-istri-dan-bacok-mertuanya/]
Fakta Mengejutkan Pasutri Pemalsu Vaksin Balita
Vaksin palsu yang diproduksi sindikat ini telah diedarkan di sejumlah kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Bogor, Banten dan sejumlah daerah di Jawa Barat.
Sementara vaksin yang diproduksi pun beragam, ada vaksin hepatitis, campak dan tuberkolosis atau TBC.
Dampak bagi balita yang divaksin palsu ini memang mengerikan. Jangka pendek, kemungkinan timbulnya infeksi hingga gangguan pernapasan kepada balita.
Berikut fakta mengejutkan pasutri pembuat vaksin palsu:
1. Produksi sejak tahun 2003, keuntungan seminggu Rp 25 juta
Pasutri Hidayat dan Rita diketahui sudah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003. Hal ini diungkapkan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya, Kamis (23/6).
Menurut pengakuan pelaku, kata Agung, pelaku mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta per minggu.
"Mereka ngakunya dari tahun 2003. Produsen itu dapat Rp 25 juta dan Rp 20 juta untuk distributor. Paling utama harganya berbeda dengan yang asli, selisih harganya bisa Rp 200.000 hingga Rp 400.000," katanya.
Kedua pasutri bersama belasan sindikat pemalsu vaksin diancam hukuman kurungan hingga 15 tahun.
"Pelaku kita kenakan Undang-undang tentang Kesehatan dan Undang-undang terhadap Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
2. Sehari memproduksi 200 vaksin palsu
"Data yang kita peroleh sekali mengirim pesanan vaksin palsu bisa mencapai 200 vaksin," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (26/6).
Pasutri tersebut menggunakan jasa kurir untuk mengedarkan barang dagangannya. Dari pemeriksaan terhadap pelaku terungkap bahwa vaksin abal-abal itu diedarkan bukan hanya untuk wilayah Jabodetabek.
3. Vaksin palsu dibuat dari cairan infus dicampur vaksin tetanus
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya mengungkapkan pembuatan vaksin palsu dengan cara menyuntikkan cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus. Di mana hasilnya yakni vaksin palsu untuk hepatitis, BCG, dan campak.
Bahkan, lanjutnya, pihak kedokteran tidak bisa membedakan yang asli dan palsu. "Untuk menyempurnakan (vaksin), dipress dengan alat press kemudian dikemas dan dipacking lalu didistribusikan. Dokter saja susah membedakannya," ujarnya.
"Kita akan minta bantuan dengan Kementerian Kesehatan, juga minta bantuan dengan memproduksi obat itu yang aslinya, kerja sama ini untuk pastikan ada atau tidaknya orang dalam," sambungnya.
4. Keduanya ditangkap usai salat tarawih
Hidayat dan Rita ditangkap aparat Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (22/6) malam, saat keduanya pulang dari menunaikan salat tarawih.
"Awalnya petugas salah masuk rumah, mungkin karena gelap, jadi informannya salah menunjukkan rumah," kata komandan regu petugas keamanan perumahan, Eko Supriyanto.
Menurut dia, begitu rumah yang dituju sudah dapat, polisi kemudian mendatanginya sambil membawa surat penangkapan. Kebetulan, pasangan suami istri yang menjadi target baru saja pulang dari masjid untuk menunaikan salat tarawih.
"Ketika ditangkap sempat berkilah. Namun setelah cukup bukti dan ditunjukkan sorang kurir, mereka tidak bisa berbuat banyak," ujar Eko.
Dia mengatakan, hasil penggeledahan rumah mewah berlantai dua itu polisi menemukan ribuan botol vaksin diduga palsu. Polisi lalu mengangkut vaksin-vaksin dari tempat ibadah serta kamar tidur ke dalam mobil untuk dijadikan barang bukti. Total, ada sekitar 36 dus.
"Penggerebekan tidak lama, kurang lebih butuh waktu satu jam kemudian polisi pergi membawa penghuni rumah dan barang bukti," ujarnya. [merdeka.com]
Kalimat-Kalimat Penyesalan di Hari Kiamat
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS.Maryam:39)
Di hari itu orang-orang yang dzalim berusaha menyembunyikan penyesalan mereka ketika melihat adzab yang begitu dahsyat.
وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الأَرْضِ لاَفْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّواْ النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ الْعَذَابَ
“Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu.” (QS.Yunus:54) *Juga pada ayat (Saba’:33)
Kita akan temukan banyak sekali kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan didalam Al-Qur’an. Kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang celaka di hari kiamat. Dan ucapan penyesalan itu selalu disertai kalimat (يَا لَيْتَنِي) “Sekiranya aku ….” ataupun (يَا لَيْتَنَا) “Sekiranya kami ….”.
Mari kita simak ayat-ayat berikut :
1. Surah aL-Furqan ayat 27
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” (QS.al-Furqan:27)
Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang zalim yang menyesali perbuatannya. Mereka menyesali karena semasa hidupnya ia tidak mengambil jalan bersama Rasul, tidak menuruti dan menjauhi ajaran Rasul. Sehingga pada hari kiamat mereka merasa sangat menyesal.
2. Surah al-Furqan ayat 28
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).” (QS.al-Furqan:28)
Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Orang tersebut adalah orang-orang yang shaleh dan suka melakukan kebaikan serta senantiasa menjauhi dirinya dari hal-hal yang dibenci Allah SWT.
3. Surah al-Haqqah ayat 25
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS.al-Haqqah:25)
إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً
Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.” (QS.an-Naba’:40)
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.al-Fajr:24)
وَلَوْ تَرَىَ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى النَّارِ فَقَالُواْ يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلاَ نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (QS.al-An’am:27)
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS.al-Ahzab:66)
Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki kesempatan maka marilah memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mari kita berlomba menabung amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum datang hari penyesalan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari pembalasan.
Prof Shedinger: “Meski Saya Kristen, Saya Terpaksa Mengatakan Yesus Seorang Muslim”
Seperti ditulis di pengantar buku, Shedinger sengaja menulis masalah ini setelah penelitian yang sudah ia lakukan selama satu dekade. Penelitian itu ia lakukan karena sanggahan yang pernah dia terima dari salah satu mahasiswinya, Huda yang berkewarganegaraan Maroko atas caranya mengajarkan Islam. Penelitian itu akhirnya berbuah hasil bahwa Yesus adalah seorang Muslim. Hasil penelitian yang dilakukan ini tentu membuat shock jutaan penganut Kristen di Amerika dan mereka menyesalkannya.
Meski ditentang dan dikritik habis-habisan, Shedinger tak pernah ragu dengan hasil penelitiannya. Berkali-kali dia mengumumkan secara resmi, “Meski saya Kristen, saya terpaksa mengatakan bahwa Yesus adalah seorang Muslim.”
Ia menegaskan, pernyataannya bahwa Yesus adalah seorang Muslim tidak mengganggunya. “Dan tidak membuatku kikuk,” tegasnya. “Hakikat kebenaran yang saya temukan ini seharusnya mampu menciptakan saling kesepahaman dan kerjasama antara umat Islam dam Kristen serta usaha menciptakan perdamaian di dunia,” ujar Shedinger.
Studi Shedinger ini berangkat dari pertanyaan yang membuat penasaran; apakah kaum Muslimin memahami Yesus melalui lebih banyak kepada pendekatan sejarah ketimbang kaum Kristen? Pertanyaan ini kemudian menantang Shedinger melakukan serangkaian studi agama secara khusus, terutama dalam hal perbandingan agama.
Ia juga mengkaji berbagai kontekstual yang mengharuskannya melakukan pemisahan antara politik dan ideologi dimana salah satu hasilnya harus meminggirkan agama dari pertanyaan-pertanyaan budaya dan sosial yang mendalam, sehingga studinya akan memiliki kesimpulan yang lebih akurat dan lebih dihargai. Yakni hasil yang mendorong kemungkinan-kemungkinan saling memahami dan kerjasama antara kaum Muslimin dengan Kristen.
Dalam keterangan persnya ia menegaskan, “Bisa jadi Anda harus berpikir ulang tentang Islam dan akan berakhir dengan kesimpulan bahwa Islam adalah gerakan keadilan sosial, dan inilah misi Yesus. Karena itu saya melihat Yesus adalah lebih sebagai seorang Muslim dibanding sebagai seorang Kristen dalam arti sebagai tokoh spiritual yang menebus kesalahan manusia.”
Pendeta Gereja Injil Baptis Matt Walters menolak gagasan ini. “Umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, lantas bagaimana mungkin Yesus mengikuti sebuah aturan ideologi yang disebutnya dusta?” kata Walters.
Para penentang buku ini menyebut Shedinger memiliki agenda sosial yang ingin menggambarkan Yesus lebih sebagai pemimpin gerakan sosial dibanding pemimpin spiritual. Mereka mengklaim bahwa pemikiran penulis ini sewenang-wenang dan sintesis yang berusaha membuat ide yang tidak akan diterima oleh umat Islam dan Kristen yang sesungguhnya.
Sebagian lainnya mengkritisi Shedinger karena mengandalkan studinya kepada gagasan-gagasan akademis yang dangkal. Mereka mengkritisi usahanya melakukan redefinisi agama, ideologi, budaya dan lain-lain. Padahal konsep-konsep itu sudah baku di kalangan manusia sejak ratusan hingga ribuan tahun.
Luther College sendiri mendukung Prof. Shedinger saat mendapatkan kritikan. Seorang jubir Luther College menegaskan, pihak manajemen mendukung penuh gagasan Shedinger. (bsyr/spiritislam.net/salam-online.com)
Sembilan Amalan Menggoda di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Salah satunya adalah adanya satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang kita kenal dengan malam Lailatul Qadar. Pada malam Lailatul Qadar, satu amalan shalih yang dilakukan, lebih baik nilai dan pahalanya di sisi Allah Ta'ala daripada amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan.
Sembilan Amalan Menggoda di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Akan tetapi untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Namun ada sembilan amalan menggoda yang bisa kita lakukan di 10 hari terakhir Ramadhan. Sehingga dengan melakukannya diharapkan bisa menggapai ampunan Allah SWT dan meraih malam lailatul Qadar. Lantas apa saja sembilan amalan menggoda tersebut ?
1. Menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid
Amalan pertama yang bisa kita lakukan di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah dengan menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid. Sebagimana Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa berwudhu dengan sempurna untuk melaksanakan shalat, kemudian ia berjalan kaki menuju shalat wajib, sehingga ia melaksanakan shalat wajib tersebut bersama masyarakat, atau berjama’ah, atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim no. 232)
Akan tetapi sebaiknya, hal ini tidak hanya dilakukan selama bulan Ramadhan saja namun juga dalam hari-hari lainnya. Sebab ada banyak keutamaan yang bisa kita peroleh bila melakukan shalat berjamaah dimasjid.
2. Melaksanakan puasa ramadhan
Amalan kedua yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan puasa ramadhan. Hal ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman di bulan Ramadhan. Selain itu setiap amalan yang kita lakukan di bulan ramadhan tanpa diiringi dengan puasa, tentu tidaklah sempurna.
Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)
3. Melaksanakan shalat tarawih dan witir
Shalat tarawih merupakan shalat yang hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan. Sehingga sudah seharusnya seorang muslim melakukan shalat tarawih dan witir di bulan Ramadhan sebagai pelengkap ibadah puasanya. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa siapa saja yang melakukan shalat tarawih dan witir, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Sebagaimana disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat malam Ramadhan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)
4. Melakukan shalat tarawih daN witir berjamaah di masjid hingga selesai bersama imam
Sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk melaksanakan shalat tarawih dan witir secara berjamaah di masjid hingga selesai dan salam bersama imam. Sehingga bila selama ini kita terbiasa untuk melaksanakn shalat tarawih dan witir dirumah, maka hendaknya merubah kebiasaan tersebut.
Sebagaimana disebutkan dari Abu Dzar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang melakukan shalat (tarawih dan witir) bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud no. 1375, Tirmidzi no. 806, An-Nasai no. 1364)
5. Bersungguh-sungguh mengisi waktu malam dan siang dengan memperbanyak ibadah
Dibulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdoa, berdzikir, istighfar dan melakukan amal kebaikan lainnya baik di waktu siang maupun malam.
Sebagimana diriwayatkan oleh Aisyah Ra bahwa, "Kebiasaan Rasulullah SAW jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
6. Memperbanyak sedekah dan infak
Selain itu, dibulan Ramadhan juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan infak. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sebaik-baiknya sedekah adalah yang dilakukan di bulan Ramadhan.
“Dari Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan saat beliau paling dermawana adalah di bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril senantiasa menemui beliau pada setiap malam dalam bulan Ramadhan untuk saling mempelajari al-Qur’an. Pada saat itu Rasulullah lebih dermawan dalam melakukan amal kebajikan melebihi (cepat dan luasnya) hembusan angin.” (HR. Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308)
7. Melakukan I'tikaf
Pada bulan Ramadhan, disunnahkan untuk melakukan i'tikaf selama sepuluh hari terakhir bagi orang-orang yang memiliki kemampuan dan tidak memiliki halangan. Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah Ra bahwa, "Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian para istri beliau melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
8. Ribath dan jiihad di jalan Allah Ta'ala
Bulan Ramadhan merupakan bulan ribath dan jihad. Sebab banyak peperangan besar dalam sejarah Islam terjadi dibulan suci Ramadahan. Namun dimasa kini berjihad bukan berarti harus ikut serta dalam peperangan. Banyak cara lain yang juga termasuk dalam kategori jihad. Misalnya mencari nafkah untuk keluarga.
Sebuah riwayat hadits dari Abu Sa'id al-Khudri ra disebutkan bahwa, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah (yaitu dalam kondisi berjihad) niscaya Allah akan menjauhkan wajahnya [yaitu dirinya] dari neraka sejauh 70 musim gugur (yaitu 70 tahun).” (HR. Bukhari 2840 dan Muslim no. 1153)
9. Umrah di bulan Ramadhan
Salah satu amalan yang dianjurkan dibulan Ramadhan adalah melaksanakan umrah. Sehingga bagi orang-orang yang memiliki kemampuan baik dari segi finansial dan fisik, alangkah lebih baik bila melakukan umrah di bulan Ramadhan.
Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Jika datang bulan Ramadhan, maka lakukanlah olehmu umrah, sebab umrah pada bulan tersebut setara (pahalanya) dengan (pahala) haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256)
Kemudian beliau juga bersabda bahwa, “Sesungguhnya (pahala) umrah di bulan suci Ramadhan itu setara dengan pahala haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863 dan Muslim no. 1256)
[http://palingyunik.blogspot.co.id/2016/06/sembilan-amalan-menggoda-di-10-hari.html]















