Sukses Dengan Filosofi Panah

ardios | 4:46:00 AM | | | Be the first to comment!
Panah adalah salah satu senjata yang sering digunakan untuk berperang pada zaman dulu karena dulu belum ada bom atom he he he. Dulu belum ada yang namanya senapan, rudal, roket penghancur dan lainnya. Yang ada hanyalah tombak, pedang, golok dan panah. Panah selalu berpasangan dengan busur. Tanpa salah satunya, panah tidak akan berfungsi.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari panah ini? Mari kita lihat...

Coba lihat anak panah! Anak panah selalu runcing di bagian ujungnya. Hal ini dikarenakan supaya panah dapat melumpuhkan dan melukai lawan. Hal ini dapat diibaratkan dengan fokus. Dengan fokus yang tajam, kita bisa menuju dan menembus tujuan yang ingin dicapai. Orang sukses memiliki fokus yang tajam. Mereka fokus dengan apa yang ingin dicapai.

Seperti yang saya katakan tadi, anak panah takkan berfungsi maksimal tanpa busur. Busur diibaratkan dengan alat. Salah satu faktor yang mempercepat kesuksesan kita adalah alat. Anda harus punya alat (tools) yang tepat supaya sukses bisa diraih dengan lebih mudah. Jika Anda ingin pergi ke sebuah tempat yang jaraknya seribu kilometer, manakah yang lebih cepat, jalan kaki, naik sepeda, naik mobil atau naik pesawat? Tentu saja pesawat. Pesawat adalah alat yang paling cepat untuk mengantar Anda sampai ke tempat tujuan. Kalau Anda jalan kaki atau naik sepeda, bisa dipastikan kaki Anda patah yang bahkan dukun patah pun angkat tangan. 

Jika Anda adu balap dengan Valentino Rossi, siapa yang menang? Jika Anda menjawab Rossi, Anda belum sepenuhnya benar. Alat adalah faktor penentunya. Bagaimana jika saat adu balap, Rossi naik sepeda jonder dan Anda naik motor? Sudah pasti Anda yang akan menang. Apakah Anda sudah paham maksudnya? Alat adalah salah satu hal penting yang perlu Anda garisbawahi dalam pencapaian sebuah kesuksesan.

Dalam memanah ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu arah dan kecepatan angin. Angin bisa membuat tembakan Anda meleset. Begitu pula dalam proses meraih kesuksesan pasti akan ada halangan dan rintangan yang perlu Anda perhatikan. Akan ada banyak angin-angin yang membuat Anda meleset dari jalur menuju target. Angin-angin tersebut bisa berupa orang-orang yang berusaha menggagalkan Anda baik secara langsung maupun tidak langsung, bisa juga berupa kegagalan dan masalah tak terduga lainnya. Pemanah harus siap dengan segala macam angin yang datang saat itu. Pemanah yang hebat selalu bisa memanah dengan baik tidak peduli anginnya seperti apa, kecuali angin tornado. Begitu pula orang sukses selalu bisa melewati rintangan demi rintangan sampai akhirnya sukses.

Belajar memanah juga butuh proses. Seorang pemula pasti akan meleset berkali-kali saat pertama kali melakukannya. Butuh kesabara dan keuletan untuk bisa menjadi pemanah andal. Begitu pula dengan kesuksesan yang tidak bisa dicapai hanya dengan sekali jalan. Anda pasti akan gagal berkali-kali bahkan sampai tak terhitung (Kalau Anda nekat hitung, Anda pasti muak dan muntah. Mendingan hitung uang). Jika Anda ingin sukses, Anda harus siap untuk gagal. Gagal adalah hal yang pasti Anda alami. Karena itu Anda harus siap untuk bangkit berkali-kali. Anda harus sabar dan ulet sampai akhirnya sukses berada dalam genggaman tangan.

Dan yang terakhir adalah target. Seorang pemanah harus ada target atau sasaran yang ingin ditembakkan. Begitu pula dengan diri Anda yang harus punya target, tujuan, impian, visi misi dan lainnya. Tanpa tujuan, bisa dipastikan Anda takkan sampai ke sana. Anda seperti berjalan luntang-lantung tak tentu arah. Anda seperti berjalan dengan mata tertutup, tak tahu harus ke mana dan tak tahu berada di mana. Dengan memiliki target atau tujuan, Anda baru bisa fokus ke sana. Dengan memiliki fokus Anda seperti memiliki kompas yang memandu Anda sampai ke sana dan kompas tersebut akan memandu Anda supaya tidak melenceng dari jalur.

Semoga bermanfaat

Source : suhardicamp




Belajar Dari Pohon Kurma

ardios | 3:18:00 AM | | | |
Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita. Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa “orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”.

Pohon kurma lazim dijumpai di kawasan Timur Tengah. Kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, membuat hanya pohon kurma yang bisa bertahan hidup. Maka, tidak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon tahan banting.

Kekuatan pohon kurma ada pada akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu?

Ternyata, batu itu akan memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.

Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu tumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat.

Tidak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan. Kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.

Sebait catatan yang disari dari nasihat (alm) Ustadz Rahmat Abdullah




Biasakan Bicara Positif Terhadap Diri Sendiri

ardios | 12:44:00 AM | | Be the first to comment!
Tahukah bahwa orang bisa melakukan 50.000 kali self talk dalam sehari?

Namun sayangnya 80% orang yang melakukan internal dialog selalu mengatakan hal-hal negatif pada dirinya sendiri.

Bahkan tanpa kita sadari, kita selalu memarahi, menyalahkan, mengutuk dan mengatakan hal-hal buruk tentang diri kita.

Nasib kita dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Karna apa yang kita ucapkan secara terus menerus akan masuk kedalam fikiran baik sadar maupun bawah sadar yang akan berpengaruh pada sikap dan tindakan kita.

Itu berarti bila kita senantiasa menggemakan hal yang buruk terhadap diri sendiri, maka cepat atau lambat kita akan memakan buah dari perkataan kita. Jadi mulailah cek diri kita sendiri.

Jika hari-hari ini kita merasakan suatu kehidupan yang tidak sehat, tidak bahagia, jauh dari keberhasilan, mungkin tanpa sadar kita sudah berkata-kata tentang hal yang negatif pada diri kita.

Kita berkata," hidupku memang tidak pernah berjalan baik. Kesehatanku selalu buruk. Karirku tidak akan bisa berkembang meskipun aku sudah berusaha keras. Saya tidak akan dapat maju seperti yang lain karna saya memang tidak mempunyai kemampuan seperti kebanyakan orang."

Bila kita terus menerus mengucapkan kata-kata demikian, bahkan ditambah lagi dengan menganggap diri kecil, tidak berguna, tidak bisa berbuat apa-apa. Maka jadilah kita seperti apa yang kita katakan.

Marilah ubah kebiasaan yg tidak menguntungkan tersebut.

Sebaliknya, mulailah memperbaiki diri sendiri, katakan,"Aku InsyaAllah pasti bisa, aku sudah sehat kuat, setiap hari aku selalu mendapat Anugerah hidup sehingga bisa berbagi dengan orang lain. Karierku makin hari makin berkembang karena Tuhan menyertainya." dan lain-lain
Percayalah, kata-kata positif kita ditambah lagi dengan pikiran yg positif, serta tindakan positif akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita.

Semoga bermanfaat




Kisah Si Penebang Pohon

ardios | 2:49:00 AM | | Be the first to comment!
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Penulis : Andrie Wongso




Jangan Biarkan Orang Lain Merebut Mimpi Anda

ardios | 4:58:00 AM | | | Be the first to comment!
Suatu hari, Langit begitu Indah & Cerah, Awal dari Musim Semi yang membahagiakan..

Di bawah Pohon CERI, Tampak seekor Siput Kecil merayap ke atas perlahan.. Sementara itu, beberapa saat kemudian, muncul seekor Lalat yang terbang kesana kemari dengan ceria sambil memperhatikan si Siput..

Melihat si Siput merayap perlahan, Sang Lalat berkata : "Hai, Siput, kamu hendak kemana?" Dengan tenang, sambil terus merayap, Si Siput kecil menjawab : "Mau makan Buah CERI"

"Ha ha ha, Siput Bodoh.. Mana ada Buah CERI? Aku dari atas sana, Buah CERInya nggak ada" Lalat menertawakan perilaku si Siput Kecil.. Kata si Siput Kecil : "Aku nggak peduli, Saat aku tiba di atas, Pohon CERInya pasti sudah berbuah"

Terkadang bentuk nyata Tujuan Hidup tidak tampak Jelas.. Namun, mereka yang SUKSES adalah mereka yang Bisa menembus waktu, Melihat ke depan & tetap Teguh, Gigih Bergerak untuk mencapai Impiannya..

Orang lain mungkin tidak melihatnya, Bahkan mungkin mencemooh, karena mereka tidak mengerti.. Orang lain akan berusaha menjatuhkan semangat Anda..

Namun pada saat Anda mencapai impian Anda, Pada saat Anda memperoleh Buah CERI yang Anda inginkan, Barulah mereka mengerti bahwa Impian Anda bukanlah Khayalan semata..

Karena itu, Jangan biarkan orang lain merebut mimpi Anda sebelum terwujud.. Beranilah Bermimpi & Tetaplah TEGUH Bergerak untuk meraih mimpi tersebut.




Bergeraklah Jika Tidak Ingin Cepat Mati

ardios | 7:56:00 PM | | | Be the first to comment!
Suatu ketika para nelayang Jepang mencari ikan di tengah lautan luas. Lautan tersebut cukup jauh dari daratan. Mereka menangkap ikan – ikan salmon untuk dibawa ke daratan. Orang – orang jepang tentu menginginkan ikan yang segar, tapi ikan yang dibawa para nelayan tersebut telah mati ketika sampai di daratan sehingga tidak segar lagi. Lalu nelayan – nelayan itu berpikir bagaimana caranya agar ikan – ikan itu tidak mati ketika sampai di daratan.

“Ah. . . mungkin kita harus letakkan di bak yang berisi air dalam kapal kita.” Pikir mereka.

Hal itu pun dicoba, tapi tetap saja ikan – ikan salmon itu tetap mati ketika sampai di daratan akibat perjalanan yang memakan waktu yang lama ini.

“Bagaimana kalau diberi es?.”

Di dalam bak air tersebut diberi es, namun tetap saja ikan salmon itu mati dan tak segar lagi.

Akhirnya muncullah sebuah ide yang kedengarannnya tak masuk akal dari salah seorang nelayan. Ide tersebut pun sebenarnya hanya iseng – iseng saja untuk dicoba. Nelayan itu mencoba untuk memasukkan anak ikan hiu kecil ke dalam bak air yang berisi ikan – ikan salmon hasil tangkapan mereka. Dan hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata ikan – ikan salmon itu tetap hidup setelah melalui perjalanan panjang menuju daratan.

Sebenarnya apa yang membuat ikan – ikan salmon itu bertahan hidup. Ternyata di dalam bak itu ikan – ikan salmon tersebut dikejar – kejar oleh si anak ikan hiu. Mereka terus dikejar – kejar tanpa henti. Untuk bertahan hidup tentu ikan – ikan salmon itu berenang dengan gesit untuk menghindari dari anak ikan hiu tersebut. Mereka sekuat tenaga berjuang untuk mempertahankan hidup mereka sampai akhirnya ketika sampai di daratan mereka masih bisa bertahan hidup.

Itulah yang membuat mereka bisa bertahan hidup. Harapan dan terus bergerak, itu yang mereka lakukan. Bayangkan jika kita hidup tanpa memiliki harapan dan hanya merenung meratapi takdir apalagi yang kita tunggu selain mati, dan orang yang hidup tanpa harapan tak ubahnya seperti mayat hidup. Maka dari itu berharaplah, bergeraklah, berkaryalah untuk hidup ini. “Agar engkau hidup dan tetap hidup untuk memberikan hidup untuk hidup”.

Sumber : banguninspirasi




Jangan Pernah Menilai Kehidupan hanya Berdasarkan Satu Masa yang Sulit

ardios | 8:19:00 PM | | Be the first to comment!
Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak ke-1 disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
Anak ke-2 pada musim SEMI,
Anak ke-3 pada musim PANAS, dan
Anak ke-4 pada musim GUGUR.

Inilah jawaban dari anak2 tersebut:
Anak 1: "Pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok."
Anak 2: "Pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan."
Anak 3: "Pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum."
Anak 4 tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.

Ayahnya berpesan "mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit." Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh, dan bernasib sial.

Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya. Jika kita tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kita tidak akan memanen hasil di musim gugur. Kegelapan malam tidak selamanya bertahan, karena esok akan datang fajar yang akan mengusir kegelapan.




Kisah Arloji Yang Hilang

ardios | 5:33:00 AM | | Be the first to comment!
Ada seorang tukang kayu ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.

Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya namun sia-sia saja, arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati
tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira.

Namun ia juga heran, karena banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. “Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.

"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Pesan Moral:
Keheningan adalah pekerjaan yang paling sulit dilakukan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.




Tidak Ada Jalan yang Rata untuk Sukses

ardios | 2:45:00 AM | | Be the first to comment!
Di pagi hari yang buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga.

Ketika sampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. Setelah menyapa pemilik rumah, si pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong Kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung!"

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda, "Ada tiga jalan untuk menuju puncak gunung ini. Kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah, atau sebelah kanan."

"Kalau saya memilih sebelah kiri?" tanya si pemuda.

"Jalur sebelah kiri ada banyak bebatuan," jawab sang kakek pendek.

Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah sang kakek.

"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati?"

Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya sambil menjawab, "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"

"Hmmm, jika saya memilih jalan sebelah kanan...?"

"Jalur sebelah kanan banyak semak berduri!"

Setelah beristirahat sejenak, si pemuda kembali berangkat untuk mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek. Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, saya sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah kutempuh, tapi rasanya saya tetap berputar-putar di tempat yang sama. Saya tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil. Tolong deh, Kek ... tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar saya sukses mendaki hingga ke puncak gunung."

Sang kakek dengan serius mendengarkan keluhan si pemuda. Kemudian sambil menatap tajam, dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu. Jangan lupa, nikmati juga pemandangan yang luar biasa! Apakah kamu mengerti?"

Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek. Lalu, sambil tersenyum gembira, dia menjawab, "Saya mengerti Kek, saya mengerti! Terima kasih! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini."

Dengan senyum puas , sang kakek berkata, "Anak muda, aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!"

Pembaca yang luar biasa,

Untuk mencapai kesuksesan seperti yang kita inginkan, sama seperti analogi mendaki gunung tadi. Tidak ada jalan rata dan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan, dan kegagalan selalu datang menghadang. Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, tetap menjaga komitmen dan berjuang, kita akan mencapai puncak kesuksesan.
Sumber : Andrie Wongso




Pagar untuk Sang Kangguru

ardios | 2:23:00 AM | | | Be the first to comment!
Sebuah kebun binatang kedatangan oleh seekor kanguru. Petugas kebun binatang mengurung kanguru di tempat berumput yang telah dibatasi dengan pagar setinggi 1 meter.

Keesokan harinya, petugas mendapatkan bahwa kanguru berada di luar kandang yang berpagar tinggi itu. Dengan segera petugas menambahkan tinggi pagar pengurung sampai 2 meter, dan mengurung kanguru itu.

Di hari ketiga, petugas masih melihat kanguru tersebut melompat bebas di luar kandangnya. Kemudian ditambahnya ketinggian pagar sampai 3 meter, dan mengurung kangguru lagi.

Binatang di sebelah kandang kanguru adalah jerapah, dia bertanya kepada kanguru, Menurut kamu, Berapa tinggi pagar seharusnya, agar petugas itu bisa mengurungmu di dalam kandang ini?
Kanguru menjawab, Susah ya untuk menjawabnya, bisa saja 5 meter, atau 10 meter, dan juga mungkin 100 meter
Jika petugas itu masih terus lupa untuk mengunci pintu kandangnya.
# Jika tidak dapat mencari penyebab yang tepat dari suatu kegagalan, maka walaupun kita sangat berusaha keras, akan menjadi suatu usaha yang sia-sia.




Belajar Dari Abraham Lincoln

ardios | 2:18:00 AM | | Be the first to comment!
Dalam sebuah kampanye, seorang senator mengatakan pada Abraham Lincoln, ”Kalau Anda maju, ingatlah bahwa Anda hanyalah anak seorang tukang sepatu”.

Mendengar pernyataan itu, Lincoln hanya tersenyum. Ia maju ke atas mimbar dan memulai pidatonya yang singkat, ”Terima kasih sudah mengingatkan saya pada ayah saya yang sudah lama meninggal. Setahu saya, ayah sayalah yang membuat semua sepatu Anda sekalian. Jadi jika Anda sekalian mungkin merasa tidak cocok dengan sepatu yang Anda pakai sekarang, biarkan saya memperbaikinya”.

Mendengar perkataan Lincoln, seluruh hadirin bertepuk tangan meriah. Bahkan para lawan politiknya tersenyum dan menaruh simpati pada Lincoln.

Setelah mundur dari mimbar, seorang wartawan bertanya pada Lincoln,”Kenapa Anda membuat musuh Anda menjadi teman baik Anda?” Lincoln menjawab, “Itulah cara saya melenyapkan semua musuh saya. Dengan menjadikan mereka sebagai teman, saya tidak lagi mempunyai musuh”.

Dalam kehidupan kita sehari hari, kita mungkin tidak bisa lepas dari gesekan dengan orang lain. Gesekan itu mungkin terjadi karena banyak faktor, misalnya iri hati, persaingan, perbedaan pendapat dan prinsip hidup. Gesekan yang tidak disikapi dengan bijak akan berpeluang menjadi konflik. Ketika konflik berkembang, maka hubungan dengan sesama akan retak. Yang semula kawan bisa berubah menjadi lawan.

Jangan marah atau terbawa emosi dalam menanggapi berbagai kritik atau celaan yg menjatuhkan kita. Kasihilah orang yang telah menyakiti kita dengan ketulusan dan kerendahan hati. Jika kita mampu melakukannya, maka hidup kita akan menjadi indah dan selalu bahagia karena kita tidak memiliki musuh




Jangan Merasa Nilai Diri Berkurang

ardios | 3:12:00 AM | | Be the first to comment!
Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”

Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.
Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:

Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.

Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”
Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.




Merubah Sudut Pandang - Nice Story

ardios | 3:04:00 AM | | Be the first to comment!
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-lak di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb. "Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR :

- Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain

- Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

- Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

- Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi

- Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

- Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

- Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

- Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

- Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup dst...._.




Keajaiban Angka 9

ardios | 11:45:00 PM | | | Be the first to comment!
Ternyata angka 9 itu memang angka yang sempurna dan ajaib. saya sebut angka yang sempurna karena 9 adalah angka yang terbesar. Orang Cina punya kepercayaan tentang angka 9 sebagai angka pembawa hokie. Rokok “Dji Sam Soe” menggunakan triple angka 234 yang jika dijumlahkan hasilnya 9. Entah kebetulan atau apa, saya membeli sebuah rumah yang nomor rumahnya adalah angka 9, sampai sekarang.

Angka 9 ini “ajaib” karena kalau dikalikan dengan 1, 2, .., 10 menghasilkan susunan angka yang memperlihatkan sifat palindrom (dibaca dari depan dan dari belakang sama).

Mari kita lakukan operasi perkalian:

1 x 9 = 09
2 x 9 = 18
3 x 9 = 27
4 x 9 = 36
5 x 9 = 45
6 x 9 = 54
7 x 9 = 63
8 x 9 = 72
9 x 9 = 81
10 x 9 = 90

Coba anda baca angka pertama hasil perkalian dari atas ke bawah: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Coba anda baca angka kedua hasil perkalian dari bawah ke atas….: 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0
Inilah yang saya maksud dengan palindrom.

Coba anda perhatikan susunan angka dari baris pertama dan dari baris bawah secara bersamaan:

09 —> 90
18 —> 81
27 —> 72
36 —> 63
45 —> 54
Ini juga saya sebut palindrom!

Sekarang coba jumlahkan setiap angka pada hasil perkalian:

09 —-> 0 + 9 = 9
18 —-> 1 + 8 = 9
27 —-> 2 + 7 = 9
36 —-> 3 + 6 = 9
45 —-> 4 + 5 = 9
54 —-> 5 + 4 = 9
63 —-> 6 + 3 = 9
72 —-> 7 + 2 = 9
81 —-> 8 + 1 = 9
90 —-> 9 + 0 = 9

SUBHANALLAH




9 Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk

ardios | 10:57:00 PM | | | Be the first to comment!
Fakta menyebutkan, 45 % dari keputusan sehari-hari yang kita buat terjadi karena faktor kebiasaan.

Mengapa, karena otak biasanya lebih mudah menyimpan memori ketika sesuatu telah menjadi rutinitas. Selain itu untuk merekam kegiatan rutin, tubuh hanya membutuhkan sedikit energi.

Manusia adalah makhluk yang berpola, artinya memiliki kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Kebiasaan yang baik tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, baik dalam kuliah ataupun dalam aktivitas lainnya. Tetapi disamping itu ada juga kebiasaan buruk yang bisa mengganggu berbagai macam kegiatan kita, tentu ini harus segera kita hilangkan agar tidak berkelanjutan.

Sebagian orang mungkin sulit dalam mengubah kebiasaan buruknya, karena godaan untuk melakukan hal yang buruk itu sangatlah kuat, tetapi yakinlah bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita benar-benar serius, berikut saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mengubah kebiasaan buruk kita, agar tidak terus terulang.

1. Buat komitmen yang kuat.

Dalam melakukan segala sesuatu tentu harus ada niat dan ikhlas, jadi untuk memulai mengubah kebiasaan buruk anda, niatkan dalam hati dan lakukan dengan ikhlas.

2. Buatlah catatan kecil.

Ketika anda sedang melakukan kebiasaan buruk tersebut, cobalah catat apa yang anda pikirkan , apa yang anda rasakan dan apa yang anda inginkan, renungkanlah pula apa keuntungan dan kerugian ketika anda melakukan kebiasan buruk itu. Sehingga anda bisa tahu mengapa anda suka melakukan kebiasaan buruk itu.

3. Buatlah strategi.

Dalam perang kita harus punya strategi, begitu juga kalau kita ingin perang dengan kebiasaan buruk kita kita harus buat strategi jitu. Buatlah konsep apa-apa saja yang akan anda lakukan untuk mengubah kebiasaan buruk anda itu.

4. Segera buat jadwal.

Setelah ada strategi maka langkah berikutnya yakni membuat jadwal untuk melaksanakannya, beri tanda X untuk setiap kegiatan yang telah kamu lakukan. Jangan lupa tentukan juga kapan dan berapa lama anda melakukannya, biasanya untuk suatu perubahan itu dibutuhkan sekitar sebulan rutin untuk melakukannya.

5. Lakukan perlahan-lahan.

Anda tidak perlu terlalu memaksakan kehendak anda untuk mengubah itu, apapun yang dipaksakan akan menghasilkan sesuatu yang buruk, jadi yang terpenting anda nyaman melakukannya sesuai jadwal dan ingat perlahan-lahan saja tetapi tetap harus rutin.

6. Tingkatkan keyakinan anda.

Godaan dan rayuan untuk melakukan kebiasaan buruk itu sangat besar, banyak orang yang berhenti ditengah jalan ketika melakukannya, maka segera sadarkan diri anda jika tergoda untuk melakukan kebiasaan buruk itu, bisa dengan shalat, atau bisa anda alihkan dengan kegiatan yang lebih asyik dan bermanfaat.

7. Cari contoh sosok teladan anda.

Anda bisa belajar dari orang-orang sukses, bagaimana mereka melakukannya, contohlah sedikit demi sedikit apa yang baik dari dia dan terapkan dalam keseharian anda.

8. Minta bantuan dan koreksi dari orang lain.

Jadikan orang lain sebagai cermin kita, mintalah dia untuk mengkritik dan memberikan nasehat kepada kita.

9. Fokus dan Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan buruk itu berarti awal dari kesuksesan anda.

Orang yang sukses adalah orang yang disiplin dan mampu mengendalikan dirinya, memang dibutuhkan perubahan dan pengorbanan yang besar untuk mencapai itu. Yakinlah bahwa anda tidak akan pernah sukses jika tidak mengubah kebiasaan buruk anda.




Filosofi Bambu : Membangun Pondasi

ardios | 3:09:00 PM | | Be the first to comment!
Suatu hari dalam keadaan putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Maka dia pergi ke rumah seorang kakek yang terkenal dengan bijaksananya. “Kakek yang bijaksana, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti dari pekerjaan saya” katanya.

Si kakek membawa anak muda tersebut kebelakang rumah dan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu anak muda”, katanya. “Apakah kamu memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.

Lalu Kakek berkata, “awal-awal mereka tumbuh, mereka mendapatkan perawatan yang sama. sama-sama dapat cahaya, sama-sama dapat air, tapi pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu."

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu.”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu. Begitu juga dengan tahun ke empat. ”

“Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Tuhan tidak akan memberikan ciptaanNya tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”

“Tahukah kamu anak muda, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya kamu sedang menumbuhkan akar-akarmu, supaya bisa menahan bobot yang lebih besar nantinya”.

 “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis, tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saatmu akan tiba”, dimana kamu akan tumbuh sangat tinggi.”

“Seberapa tinggi aku bisa tumbuh kek?” tanyanya.

“Sama dengan bambu, sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh, tentu setinggi yang mereka mampu karna tergantung kekuatan akarnya, begitu juga dengan kamu anak muda, seberapa tinggi tumbuh tergantung seberapa kuat pondasi yang kamu bangun, tentu saja ditentukan oleh proses belajar yang kamu jalani selama ini.” jawab si kakek.

Si anak muda mengangguk-angguk mulai memahami apa yang dikatakan si kakek sambil berkata, “terima kasih kek atas nasehatnya, mulai hari ini saya berjanji tidak akan gampang menyerah dan akan terus bekerja, karna saya sadar selain bekerja saya juga sedang membangun pondasi supaya bisa bertumbuh.  .”

Sahabat, jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan, hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman, kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. Kadang kala kita sering gagal dalam melakukan segala sesuatu, ingatlah No one is perfect, jadi janganlah menyerah dan putus asa karena kegagalan yang kita alami ibarat sedang menumbuhkan akar-akar yang kuat agar suatu hari dapat tumbuh setinggi-tingginya.

Semoga bermanfaat




10 Kiat Tegar Menghadapi Cobaan

ardios | 7:23:00 AM | | | Be the first to comment!
Mengarungi kehidupan pasti seseorang akan mengalami pasang surut. Kadang seseorang mendapatkan nikmat dan kadang pula mendapatkan musibah atau cobaan. Semuanya datang silih berganti. Kewajiban kita adalah bersabar ketika mendapati musibah dan bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah. Berikut adalah beberapa kiat yang bisa memudahkan seseorang dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.

Pertama: Mengimani takdir ilahi

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[1]

Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” [2]

Kedua: Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui.[3] Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ 
(116)

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq.” (QS. Ad Dukhan: 38-39)

Ketiga: Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa

Ingatlah bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mendapatkan cobaan sampai dicaci, dicemooh dan disiksa oleh orang-orang musyrik dengan berbagai cara. Kalau kita mengingat musibah yang menimpa beliau, maka tentu kita akan merasa ringan menghadapi musibah kita sendiri karena musibah kita dibanding beliau tidaklah seberapa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لِيَعْزِ المسْلِمِيْنَ فِي مَصَائِبِهِمْ المصِيْبَةُ بي

Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.[4]

Dalam lafazh yang lain disebutkan,

مَنْ عَظَمَتْ مُصِيْبَتُهُ فَلْيَذْكُرْ مُصِيْبَتِي، فَإِنَّهَا سَتَهَوَّنُ عَلَيْهِ مُصِيْبَتُهُ

Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia tentu akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.[5]

Keempat: Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, memang akan semakin diuji

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.[6]

Kelima: Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6). Qotadah mengatakan, “Diceritakan pada kami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi kabar gembira pada para sahabatnya dengan ayat di atas, lalu beliau mengatakan,

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ

Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.[7]

Keenam: Hadapilah cobaan dengan bersabar

'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

الصَّبْرُ مِنَ الإِيْمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الجَسَدِ، وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ صَبْرَ لَهُ.

Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna), jika seseorang tidak memiliki kesabaran.[8]

Yang dimaksud dengan bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.[9]

Ketujuh: Bersabarlah di awal musibah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.[10]

Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

Kedelapan: Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”[11]

Kesembilan: Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un ...”

Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Allahumma'jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do'a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.”[12]

Do'a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

Kesepuluh: Introspeksi diri

Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yang pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30). Maksudnya adalah karena sebab dosa-dosa yang dulu pernah diperbuat.[13]

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.”[14]

Semoga kiat-kiat ini semakin meneguhkan kita dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dari Allah.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 25 Shofar 1431 H


[1] HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash.
[2]Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 94, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, tahun 1425 H.
[3] Lihat Syarh ‘Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, hal. 151-153, Maktabah Ash Shofaa, cetakan pertama, tahun 1426 H.
[4] Shahih Al Jami', 5459, dari Al Qosim bin Muhammad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[5] Disebutkan dalam Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu 'Abdil Barr, hal. 249, Mawqi' Al Waroq.
[6] HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[7] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya. Lihat Tafsir Ath Thobari, 24/496, Dar Hijr.
[8]Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis, Ibnu 'Abdil Barr, hal. 250, Mawqi' Al Waroq.
[9] Lihat ‘Uddatush Shobirin wa Zakhirotusy Syakirin,  Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 10, Dar At Turots, cetakan pertama, tahun 1410 H.
[10] HR. Bukhari no. 1283, dari Anas bin Malik.
[11] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/117, Muassasah Qurthubah.
[12] HR. Muslim no. 918.
[13] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/280, Muassasah Quthubah.
[14] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya. Lihat Tafsir Ath Thobari, 20/514.




Senyumlah!!! Ini 10 Alasannya

ardios | 3:09:00 AM | | Be the first to comment!
Senyum, menurut seorang ahli adalah cara terbaik untuk membantu tubuh berfungsi lebih baik. Senyuman meningkatkan kesehatan, menurunkan level stress, dan membuat Anda lebih atraktif.
Berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:

1. Senyum membuat Anda lebih menarik. Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik yang berbeda

2. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika Anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat Anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga Anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum, Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda terlihat sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

Jadi Tersenyumlah... sangat banyak manfaatnya...




Hidup Ini Sederhana

ardios | 7:41:00 PM | | Be the first to comment!
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil dikasih uang tambahan (bonus).

* Ternyata untuk mendapatkan uang sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."

* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."

* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih golf berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana ."

* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

"YANG PALING PENTING, HIDUP INI HARUS BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN."




Guru Bijak Dan Sebuah Toples

ardios | 3:06:00 PM | | Be the first to comment!
''Alkisah, di sebuah sekolah perniagaan, seorang guru bijak sedang menyampaikan mata pelajaran tentang ekonomi sosial. Di depan kelas, dengan hati-hati si guru meletakkan sebuah toples kaca di atas meja.
Dengan diikuti tatapan mata para siswanya, dia mengeluarkan sekantong penuh batu dan memasukannya satu persatu ke dalam toples itu sampai tidak ada lagi batu yang bisa dimasukkan lagi.
Setelah melakukan hal tersebut, si guru bertanya kepada para siswanya, "Anak-anak, apakah toples ini sudah penuh?""Ya!" jawab mereka serempak.''

Sambil tersenyum, sang guru meraih tas kedua dari bawah mejanya yang berisi batu kerikil.
Dia kemudian menuangkan kerikil itu sambil menggoyang-goyangkan toples untuk mengisi celah-celah di antara batu-batu yang telah ada di dalam toples 

Untuk kedua kalinya, dia bertanya kepada para siswanya, "Sekarang, apakah toples ini sudah penuh?" "Belum!" jawab mereka setelah tahu arah pertanyaan si guru.Kali ini jawaban mereka benar.
Si guru mengambil kantong berisi pasir halus. Ia pun kemudian menuangkan pasir halus ke dalam toples untuk mengisi celah-celah di antara batu-batu besar dan kerikil-kerikil yang telah dimasukkan sebelumnya. Lagi-lagi dia bertanya, "Nah, apakah sekarang toples ini sudah penuh?" "Mungkin penuh, mungkin juga belum penuh Pak. Yang tahu jawabannya cuma bapak," jawab para siswa.

Jawaban itu membuat si guru tersenyum. Ia lantas mengeluarkan seteko air dan menuangkan ke dalam toples hingga air pun memenuhi permukaan toples. Dia meletakkan teko dan memandang ke seluruh kelas. "Lantas, dari hal-hal tadi, pelajaran apakah yang dapat kalian petik?" "Tak peduli seberapa padat jadwal kegiatan kita, selalu akan bisa ditambahkan sesuatu ke dalamnya," jawab seorang siswa karena merasa sedang mengikuti kelas perniagaan.

"Bukan sekadar itu! Yang ditunjukkan disini adalah dengan memasukkan batu-batu besar lebih dahulu, disusul batu kerikil lalu pasir, dan terakhir air, maka cara seperti itu bisa membuat toples terisi secara maksimal. Artinya, ini merupakan sebuah pelajaran tentang prioritas. Kalian mengerti?"sebut si guru. Serentak para murid pun mengangguk-anggukkan kepala, tanda mendapat jawaban dan pelajaran yang memuaskan.

Pembaca yang budiman,Pengertian tentang prioritas sangatlah penting. Sebab, kadangkala kita melakukan pekerjaan dengan hasil yang tidak optimal, hanya karena kita tidak memperhitungkan dengan cermat mana pekerjaan yang penting dan mendesak untuk lebih dahulu dikerjakan.

Jikalau kita mampu memilih dan memilah pekerjaan dengan memprioritaskan atau mendahulukan pekerjaan yang penting dan mendesak, maka, apa yang kita lakukan akan bisa berjalan lebih efektif dan berdayaguna. Dengan begitu, hasil yang dicapai pun akan bisa lebih maksimal.Itulah inti dari pengertian prioritas.

Cukup sederhana, namun membutuhkan latihan demi latihan, dalam praktek pekerjaan atau kegiatan di kehidupan kita sehari-hari. Maka, mari kita raih kesuksesan dengan cara membangun kebiasaan menentukan skala prioritas dalam segala aktivitas yang kita lakukan..........!!!