Lima Syarat Untuk Melakukan Maksiat

ardios | 3:17:00 AM |
Sahabatku, Cerita ini sangat menginspirasi. apalagi jaman sekarang, orang berbuat maksiat dimana-mana. kita harus bisa membentengi diri, kalau kita tetap ingin berbuat maksiat, penuhi syarat-syaratnya seperti cerita dibawah ini:

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata:
"Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat."

Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata,
"Jika kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat."

Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya.
"Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?"

Ibrahim bin Adham berkata,
"Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya."

Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata,
"Dari mana aku mau makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?

"Ya!" tegas Ibrahim bin Adham.
"Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?"

"Yang kedua," kata Ibrahim,
"kalau mau bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya!"

Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya,
"Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?"

"Ya! Anda benar." kata lelaki itu.
Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga.

"Baiklah, apa syarat yang ketiga?"

Ibrahim menjawab,
"Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!"

Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata,
"Wahai Ibrahim, ini nasihat seperti apa? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"

"Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?" kata Ibrahim.

Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.

"apa syarat yang keempat?"

Ibrahim melanjutkan,
"Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya,
Tundalah kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh'."

Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar,
"Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku untuk menunda kematianku?"

"Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?"

"Baiklah, apa syarat yang kelima?"

Ibrahim pun menjawab,
"Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya."

Perkataan tersebut membuat lelaki itu insyaf. Dia berkata,
"Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya."

Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran.
"Mulai saat ini akut bertaubat kepada Allah." katanya sambil terisak-isak"
Source : Dari berbagai sumber




Comments
0 Comments