Salahku atau Salahmu

ardios | 12:16:00 AM | |
Sebuah keluarga miskin kemalingan sepeda. Semua anggota keluarga merasa sedih karena bagi mereka sepeda itu amat berarti.

Sang anak: “Semua ini salah ku, sepulang dari sekolah, ku parkir di pekarangan tapi tidak kukunci rodanya..”

Bapak: “Bukan salahmu nak, salah papa yang mau menyuruh mu beli obat, membuatmu nunggu kelamaan..”

Mama: “Bukan, itu salahku yang kelamaan mencari resep dr, lupa gak tahu keselip dimana..”

Kakek: “Bukan salah kalian, salah kakek yang habis nyapu lupa nutup pintu pagar”

Nenek: “Nggak, salah nenek yang lupa nyalain lampu sehingga pekarangan gelap…”

Walaupun mereka sedih namun kehilangan sepeda tidak menjadi musibah bagi keluarga miskin itu,
sebab mereka tidak membuat musibah besar dengan saling menyalahkan, saling menghujat, malah sebaliknya saling menyalahkan diri sendiri, merasa paling bertanggung jawab dan saling memaafkan. Luar biasa!

Sebuah musibah menjadi ringan karena ditanggung bersama dengan semangat kasih sayang yang kuat. Demikianlah indahnya sebuah keluarga.

Namun sebuah kasus kehilangan bisa berubah menjadi musibah yang menghancurkan keluarga bila anggota rumah saling menyalahkan, saling menghujat, mencari kambing hitam, dan
saling lempar tanggung jawab.

Sama sebuah kata SALAH, namun SALAH KU atau SALAHMU sudah membuat perbedaan langit dan bumi.

Semoga bermanfaat




Comments
0 Comments

No comments: