Bunga Mawar Untuk Ibu

ardios | 12:43:00 AM | |
Pada suatu ketika ada seorang lelaki dewasa yang mengendarai kendaraannya. Dengan cepatnya ia melaju ke sebuah toko bunga dengan mobil tua nya. Untuk memesan kiriman karangan bunga yang akan diantarkan kepada ibunya. Jarak rumahnya memang jauh dari rumah ibunya. Sehingga ia tak sempat untuk mengantarkan karangan bunga tersebut ke kediaman ibunya. Tak jauh sebelum ia mendapati toko bunga tersebut, ditangkapnya gadis belia yang menangis tersedu. Kemudian ia menghentikan laju mobilnya sebelum ia menyapa lembut gadis itu.

"Apa yang menyebabkan kamu menangis seperti ini?".

"Aku ingin membeli bunga mawar untuk ibu. Namun bunga itu diluar kemampuan uangku. Harganya Rp1000 tapi uangku hanya Rp500." Jawabnya yang masih menutupi air matanya. Lelaki itu pun tersenyum haru dengan tutur kata gadis itu. Kemudian mengajak gadis belia itu untuk pergi ke toko bunga. Dengan penuh keikhlasan, ia pun membelikan setangkai bunga mawar kepada gadis belia itu. Lalu memesan sebuah kiriman karangan bunga dari toko itu kepada ibunya.

Sang lelaki ini kembali menawarkan belasnya kepada gadis belia itu.

"Maukah kamu aku antarkan pulang kerumah ibumu?"

"Iya." Jawabnya singkat dengan dua kali anggukan.

Kemudian gadis itu diantarkan oleh si lelaki ke tempat yang diarahkan olehnya. Hingga sampai di sebuah pemakaman umum. Si lelaki menghentikan mobilnya setelah si gadis memintanya untuk berhenti di situ. Kemudian di gandengnya tangan kiri si lelaki untuk di kenalkan kepada ibunya. Ia pun menangis melihat gadis itu yang berlutut di depan pemakaman ibunya. Dan menaruh setangkai bunga mawar tersebut di dekat situ. Tersenyum pahit melihat tetesan air mata gadis itu yang membasahi pemakaman ibunya.

Kemudian lelaki itu ingat sesuatu. Ia menyetir balik mobilnya ke toko bunga yang ia kunjungi tadi. Lalu membatalkan kiriman bunganya itu. Ia pun mengambil karangan bunga yang dibelinya tadi untuk diantarkan kepada ibunya dengan dirinya sendiri. Lantas ia pun melaju menuju rumah sang ibu dengan air matanya yang masih mengalir di permukaan pipinya. Hingga akhirnya ia tiba di sana. Ia mencium tangan lembut ibunya. Memeluknya. Dan menangis sedih di hadapan wanita yang dicintainya itu. Telah tertulis dihatinya. Untuk terus berbakti dan menyayangi ibunya.

Source : various sources




Comments
0 Comments