Dampak Paling Berbahaya Seseorang Mudah Marah

ardios | 5:43:00 PM | |
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, sabar, kalem, supel, ramah, atau gampang marah. Setiap karakter tersebut sangatlah berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pribadi masing-masing, karena karakter seseorang merupakan keadaan mental yang erat kaitannya dengan kondisi fisik. Hal ini bisa kita lihat terhadap orang yang hidupnya selalu ceria dan bahagia, biasanya keadaan fisiknya terlihat sehat dan fit. Sebaliknya, orang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan kemarahan atau mudah tersinggung, biasanya dia cenderung mudah stres yang nantinya akan mempengaruhi kesehatan fisiknya. Bahkan, secara medis, seseorang yang cenderung mudah marah atau meluapkan kemarahannya secara berlebihan bisa mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit serius, seperti darah tinggi atau penyakit jantung. Lebih parah lagi, bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah sehingga mengakibatkan kematian.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang menjadi marah, baik itu datangnya dari dalam diri atau dari lingkungan. Faktor lingkungan tidak akan terlepas dari kegiatan yang dilakukan sehari-hari dimana kita selalu bersinggungan dan bersosialisasi dengan orang lain. Tanpa kita sadari, kita sering kesal dan marah terhadap teman, guru, dosen, atasan atau bawahan di kantor. Selain itu, faktor dari dalam diri misalnya, khawatir atau cemas terhadap sesuatu, marah karena tidak dapat menyeselesaikan pekerjaan dan lain-lain. Itulah beberapa contoh kecil hal-hal yang bisa menimbulkan marah dalam diri kita.

Dampak Bahaya Marah


Tidak hanya itu, marah juga bisa timbul dari sifat pribadi kita yang lain ketika bersinggungan dengan lingkungan. Hal ini dikemukakan oleh Wetrimudrison yang menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi marah berdasarkan pengalaman empirik dalam masyarakat:

    Orang yang Berkuasa
    Orang yang berkuasa merasa dirinya paling benar dan cenderung akan selalu menyalahkan orang lain. Ketika seseorang merasa dirinya paling benar, maka dia akan meremehkan orang lain. Apabila dua sikap ini bertemu dalam satu peristiwa pada diri seseorang, maka akan terbentuklah sikap egois. Ketika sudah muncul sikap egois, maka akan timbul perasaan tidak ingin ditentang dan jika ada yang menentangnya, maka timbullah rasa marah dalam dirinya.

    Dendam


    Dendam merupakan perasaan sakit hati yang tersimpan atau terpendam dalam diri seseorang. Setiap kali ia teringat akan kejadian atau sosok yang telah menyakitinya, maka saat itulah akan muncul rasa marah. Hidup orang yang pendendam tidak akan tenang, karena dia selalu dihinggapi perasaan marah ketika diingatkan pada kejadian atau sosok yang menjadi sumber dendam dalam dirinya.

    Direndahkan atau Tidak Dianggap


    Mungkin kita jarang menyadari bahwa seburuk apa pun seseorang, bukan berarti dia pantas untuk direndahkan, tidak dianggap, atau bahkan dihina. Perasaan marah akan mudah timbul pada orang-orang tersebut. Setiap kali dia tidak direspon atau tidak diterima, maka saat itulah perasaan marah akan muncul. Walau bagaimanapun pada dasarnya seseorang mempunyai harga diri dan pada saat-saat tertentu ia menginginkan untuk dihargai.

    Sengaja Dibuat Marah

    Dalam kondisi ini biasanya terjadi pada kasus seseorang sedang dihasut. Bagaimana caranya agar emosinya terpancing, meski orang tersebut bukan tipe pemarah tapi minimal emosinya bisa sedikit meluap ketika mendengar dan menerima persepsi yang salah dari si penghasut.

    Momentum tertentu


    Ada momen-momen tertentu yang bisa menyebabkan seseorang marah ketika merasa terganggu, di antaranya ketika dalam kondisi lapar, mengantuk, kecewa, sedang serius, sakit, sibuk, sedih, malu, lelah, dan masih banyak lagi.

Di antara banyaknya faktor penyebab timbulnya marah pada diri seseorang, tentunya akan ada dampak yang diterima. Berikut 3 dampak paling berbahaya seseorang mudah marah:

    Stroke


    Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak dimana pasokan darah yang menuju bagian otak mengalami gangguan. Hal ini ditandai dengan kematian jaringan otak yang disebabkan adanya penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak, sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusak dan mematikan sel-sel saraf otak.

    Ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena stroke, faktor resiko medis dan faktor resiko perilaku. Secara medis, seeorang yang memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, anteriosklerosis yaitu pengerasan pada pembuluh darah, diabetes, atau riwayat stroke (faktor keturunan) beresiko seseorang terkena stroke. Sementara secara perilaku, stroke bisa menyerang seseorang yang memiliki gaya hidup atau pola makan yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, kurang olahraga dan suasana hati.

    Seseorang yang suasana hatinya selalu kurang nyaman, biasanya sering menimbulkan perasaan-perasaan tertentu seperti marah, kesal, jengkel yang kadang tak beralasan. Jika hal ini sering terjadi, maka bisa menjadi pemicu seseorang terkena stroke. Meski terkadang penderita penyakit stroke masih bisa diselamatkan, namun biasanya akan mengalami kelumpuhan di sebagian atau seluruh tubuhnya, mengalami hilang ingatan sebagian dan tidak bisa berbicara.

    Serangan Jantung

    Suasana hati yang buruk akan mengganggu sirkulasi otak, bahkan sebuah studi ilmiah di Swedia mengidentifikasi bahwa luapan emosi pada saat marah dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung dan bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh.

    Menurut para ahli, saat kita marah maka detak jantung akan meningkat menjadi 180 detak/menit sehingga lebih banyak membutuhkan oksigen dan membuat napas menjadi lebih sesak. Selain itu, aliran darah ke otot juga mengalami kenaikan yang membuat tubuh menjadi menegang dan pada saat yang sama glukosa meningkat untuk memberikan energi bagi otot untuk memompa kelenjar adrenal mengeluarkan hormon adrenalin.

    Seseorang yang sedang dalam kondisi marah, maka jantung mereka akan berdetak lebih cepat, penglihatan dan pendengaran akan menjadi lebih tajam. Namun, jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan ada banyak bagian di sistem kardiovaskular dalam tubuh menjadi rusak.

    Depresi


    Orang yang sering marah, cenderung memiliki emosi negatif yang kronis. Terlalu sering dikelilingi aura emosi negatif tentu saja akan merusak tubuh dan pikiran. Salah satu dampak yang paling membahayakan karena terlalu sering marah yakni depresi.

    Depresi tidak hanya menyerang tubuh saja tapi berdampak pada perilaku, perasaan dan pikiran seseorang. Depresi merupakan dampak yang paling berbahaya, karena bukan hanya fisik yang terganggu, namun jiwanya pun mulai terganggu.

    Mulanya kemarahan hanya tertuju pada hal-hal yang memang sewajarnya, namun jika seseorang mulai sering marah terhadap sesuatu yang sebenarnya dia tidak perlu sampai marah, ada kemungkinan itu adalah gejala depresi. Gejala lainnya yaitu mulai bosan dan hilang ketertarikan terhadap aktifitas yang normal dilakukan setiap hari, sering gelisah, sedih, cemas, menangis tanpa alasan, lambat berpikir, sering lelah, kurang bergairah, hilang energi.

Itulah 3 dampak paling berbahaya seseorang mudah marah. Sebenarnya marah merupakan reaksi emosional yang sangat wajar, sama halnya dengan rasa takut, bersalah, sedih. Hanya saja marah menimbulkan dampak langsung yang lebih merusak.

Dalam beberapa penelitian ilmiah pun dikatakan bahwa setiap kali seseorang marah maka telah terjadi berbagai perubahan pada seluruh tubuhnya, mulai dari hati, pembuluh darah, perut, otak, dan kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Seluruh jalan fungsi tubuh yang alamiah berubah pada waktu marah, termasuk juga hormon yang berubah menjadi bahan bakar pada saat timbul rasa marah.

Dengan kata lain, marah hanya akan “mempercepat” proses kematian dalam hidup kita. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita jauhi sikap marah yang terlalu berlebihan. Mungkin salah satu cara paling simpel dan sering dilakukan untuk menekan rasa marah pada diri yaitu dengan menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Ini memang bukan cara yang mutlak, namun setidaknya cukup membantu suasana hati sedikit menjadi lebih baik. (informasitips.com)




Comments
0 Comments

No comments: